Ali Hanafiah Di Pinta Mundur Dari KNPI, KADISPORA Banten Tau Apa

Ali Hanafiah Di Pinta Mundur Dari KNPI, KADISPORA Banten Tau Apa

59 views
0
BERBAGI

Respeknews.com. Serang – Perseteruan dua kubu pengurus DPD KNPI Banten memasuki babak baru. M. Ali Hanafiah, Ketua DPD KNPI Provinsi Banten yang terafiliasi ke Ketua Umum DPP KNPI Fahd A. Rafiq, menyatakan dirinya diminta oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Banten, Deden Apriandhi untuk mundur dari jabatan. Ali menilai permohonan ini politis.

“Saya juga tidak paham jalan pikiran Kadispora hingga meminta saya mundur dengan alasan demi persatuan pemuda. KNPI itu wadah bersatunya pemuda. Mungkin beliau tidak menemukan solusi atas berkembangnya isu konflik kepengurusan KNPI Banten, sementara pihak yang ingin merebut kekuasaan saya tidak dapat lagi membendung hasratnya, mungkin kemudian menekan Kadispora. Padahal kami tidak merasa ada konflik, kami mah baik-baik saja kok, organisasi berjalan dengan normal dan tumbuh dengan baik, karena kepengurusan kami legal,” terang Ali kepada poros.id Senin (15/5) malam di salah satu tempat kongkow di Kota Serang.

Ali juga menepis isu bahwa akan dilakukan musda bersama antara KNPI kubu Ali dan kubu Tanto W. Arban. Padahal, lanjut Ali, dirinya hanya memberikan saran untuk Tanfo dkk melalui Kadispora bahwa dirinya mengajak Tanto dkk untuk bersama-sama berkantor di Gedung Pemuda yang berada di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Palima. Isu musda bersama antata pengurus dua kubu KNPI Banten ini menurut Ali adalah berita yang dibikin oleh kelompok yang antipati kepada dirinya.

“Karena saya secara resmi dan terpublikasi saya hanya menyatakan ajakan rekonsiliasi kepada Tanto dkk supaya aktivis pemuda tidak terpecah. Mari kita ngantor bersama, karena bangan ruangan yang kosong di Gedung Pemuda. Saya ini mencoba merangkul mereka meskipun Tanto dkk tetap tidak mengakui kepemimpina saya. Apa sih sebenarnya yang diributkan oleh Tanto dkk? Apakah dana hibah yang miliaran itu?” ungkap Ali.

DPP KNPI itu hanya satu, lanjut Ali, yaitu yang diketuai oleh Fahd A. Rafiq yang jabatan dan kepengurusannya diakui oleh negara melalui Kementerian Hukum dan HAM. Kementerian Hukum dan HAM  hanya mengeluarkan satu surat keputusan untuk pengurus pusat KNPI yaitu untuk kepengurusan KNPI Fahd.

“Kami ini terafiliasi ke Fahd. Kami tidak tahu, Tanto dkk itu terafiliasi ke mana. Yang jelas, hanya sekitar sepuluh persen OKP yang tidak hadir saat musda DPD KNPI Banten yang kemudian memilih saya dan Deden M. Fatih senagai sekjen,” tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Kominfo Ahmad Hajari menilai saran Kadispora sepertinya akibat desakan pihak Tanto, sehingga Kadispora mengabaikan aspek yuridis-formal antara kepengurusan KNPI M. Ali Hanafiah-Deden M. Fatih dan KNPI kibu Tanto W. Arban-M. Iskak. Misalnya Ali mundur, Ade memaparkan, surat pernyataan mundurnya itu pasti disampaikan ke MPI yang terintegrasi di DPD KNPI yang terhubung ke kepengurusan DPP KNPI Fahd A. Rafiq.

“Nah, ketika Ali resmi mundur, MPI kemudian akan menunjuk salah satu pengurus OKK untuk menjadi pelaksana tugas ketua KNPI, dan OKK yang ditunjuk itu adalah yang terstruktur ke Ali Hanafiah juga, tidak mungkin ke OKK yang ada di kubu Tanto, karena secara legal-formal itu tidak sah. Karena anggota OKP yang mendukung Ali pada musda telah dilaporkan nama-namanya ke DPP KNPI Fahd A. Rafiq. Secara pribadi saya belum paham atas saran dan tujuan Kadispora kepada Ali,” ujar Ahmad.

Ahmad menyarankan Kadispora bersikap netral karena Dispora adalah bapak asuh OKP. Ahmad memaklumi konstalasi politik di Banten, terutama di lingkungan pemprov, kembali berada dalam dominasi pengaruh keluarga Tanto W. Arban setelah salah satu kakak ipar Tanto yaitu Andika Hazrumi kembali menguasai pemprov sebagai wakil gubernur.

“Sebagai perwakilan pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pembinaan organisasi kepemudaan, saran saya Kadispora sebaiknya mengambil posisi netral. Karena sebenarnya kami ini baik-baik saja, tidak pernah merasa punya lawan. Sebab kami legal.” tukas Ahmad (Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY