Anggaran 15,5 Miliar Untuk Jalan Jalan DPRD Provinsi Banten Di Coret Mendagri

Anggaran 15,5 Miliar Untuk Jalan Jalan DPRD Provinsi Banten Di Coret Mendagri

31 views
0
BERBAGI

Banten, (RN) – Usulan Anggaran ke Luar Negri tahun 2018 untuk DPRD Provinsi Banten sebesar Rp 15,5 miliar dicoret oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) usulan anggaran perjalanan ke luar negeri untuk DPRD Provinsi Banten yang tercantum dalam APBD Banten 2018 sekitar Rp15,5 miliar dinilai tidak masuk akal.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, Hudaya Latuconsina, mengatakan hasil evaluasi Kemendagri terhadap APBD Banten 2018 belum final karena masih ada beberapa item anggaran yang masih perlu diperbaiki. Paling lambat evaluasi tersebut selesai pada 28 desember 2017.

“Pejalanan luar negeri nilainya 15,5 miliar untuk DPRD Provinsi Banten dicoret, karna belum ada kerja sama luar negeri dinegara manapun. Sehingga mau ke mana perjalanan luar negeri itu belum jelas,” kata Hudaya pada wartawan, Rabu (20/12/2017).

Menurut Hudaya, untuk perjalanan dinas ke luar negeri sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Dengan demikian, anggaran tersebut berdasarkan hasil evaluasi dicoret atau dilarang oleh Kemendagri dan Pemprov Banten kesulitan untuk menjelaskan mengenai anggaran tersebut karena ketentuannya sudah jelas.

“Kita juga susah menjawabnya karena tidak ada dasar,” kata Hudaya. Anggaran tersebut kemungkinan akan dialihkan untuk belanja urusan wajib yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten. Sedangkan persoalan lainnya kaitannya dengan evaluasi kemendagri tersebut,’ kata Hudaya.

Pemprov Banten masih bisa memberikan penjelasan karena tidak terlalu krusial seperti kesalahan kode rekening. Misalnya perjalanan dinas yang ada pada pos belanja barang dan jasa yang mencapai Rp1.6 triliun dalam setahun.

Namun demikian, kata Hudaya. “dari belanja barang dan jasa tersebut sekitar 15,5 persennya adalah perjalanan dinas,’ pungkasnya. (mnl/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY