Asep Rahmatullah Mengutuk Keras Tindakan Biadab Teroris Di Surabaya

Asep Rahmatullah Mengutuk Keras Tindakan Biadab Teroris Di Surabaya

18 views
0
BERBAGI

BANTEN – Peristiwa meledaknya bom dibeberapa tempat ibadah dan Mapolrestabes Surabaya di Kota Surabaya telah mengambil perhatian berbagai kalangan, tak terkecuali, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengatakan perbuatan para teroris itu sangat kejam, biadab tidak memiliki hati nurani serta mengabaikan sisi kemanusiaan.

Dirinya Asep Rahmatullah mengutuk keras tindakan teroris itu dan ia berharap aparat kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan dan penindakan pada jaringan jaringan teroris di Indonesia. “Bagi masyarakat Jateng, ia berharap tetap bersikap waspada terhadap situasi keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing.

“Saya mengutuk keras tindakan teroris itu. Saya berharap masyarakat tidak takut dan tetap waspada,” tegas Politikus PDI Perjuangan provinsi Banten. Selasa (15/5/2018).

Ia juga menyampaikan ucapan bela sungkawa terhadap keluarga korban aksi terorisme pada Minggu (13/5/2018) pagi dan Senin (14/5/2018) pagi, Ia berharap para keluarga korban dapat tabah menghadapi musibah tersebut.

“Saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban Bom Surabaya. Semoga keluarga tetap tabah menghadapi cobaan dan musibah itu,” katanya.

Menyinggung soal Tahun Politik, ia mengakui cukup rawan terjadi gesekan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat saling menjaga kondisi lingkungannya agar tetap kondusif.

“Memang, pada tahun-tahun ini merupakan tahun politik yang gampang dan rawan gesekan. Mari, kita jaga bersama kondusifitas dilingkungan maupun di media sosial, khususnya di Banten agar tetap aman dan nyaman sehingga lingkungan kita masing-masing iklimnya tetap kondusif,” harapnya.

Seperti diketahui, pada Minggu (13/5/2018) pagi, tercatat ada 3 gereja di Kota Surabaya yang diguncang bom. Ledakan pertama terjadi pada pukul 06.30 WIB di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, kedua pada pukul 07.15 WIB di GKI Jalan Diponegoro dan pukul 07.53 WIB di Gereja Pantekosta Pusat Jalan Arjuno dan senin (14/5/2018) pagi di Mapolrestabes Surabaya.

Data sementara dari beberapa media online nasional terpercaya menyebutkan, ada puluhan yang orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. Dalam konferensi pers di Kota Surabaya pada Minggu (13/5/2018) sore, Presiden Joko Widodo menyebut aksi teror bom di 3 gereja itu sebagai tindakan biadap dan di luar batas kemanusiaan.

Untuk itu, ia memerintahkan Polri segera mengusut tuntas jaringan terorisme pelaku teror Surabaya. Bagi keluarga korban, kata presiden, untuk biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung negara. (Jb/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY