Cegah Pungli Dana Bansos, Dinsos Banten Gandeng Dua Bank

Cegah Pungli Dana Bansos, Dinsos Banten Gandeng Dua Bank

69 views
0
BERBAGI

BANTEN – Dalam rangka mencegah Pungli (Pungutan Liar), Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, menggandeng dua bank milik daerah yaitu BJB dan Bank Banten, untuk meyalurkan dana Bansos secara nontunai kepada penerima manfaat.

Penandatanganan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) penyaluran Bansos nontunai ini disaksikan oleh kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rahmat Hernowo dan dua pimpinan BJB dan Bank Banten di kantor Dinsos Banten di KP3B (Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten)  Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, Sukajaya, Curug, Kota Serang, Jumat (20/4/2018).

Kepala Dinsos Banten Nurhana, MoU dengan dua bank tersebut bertujuan untuk mencegah adanya pemotongan bantuan berupa pungutan liar kepada penerima manfaat. Untuk itu, pihaknya menggadeng dua bank milik daerah, dan mengikutsertakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten untuk ikut bekerjasama dalam penyaluran dana Bansos, meski secara teknis,dana Bansos itu disalurkaan oleh dua Bank milik daerah Jawa Barat dan Banten,” kata Nurhana.

Ia pun mengatakan, penyaluran dana bansos secara non tunai, bertujuan agar proses penyalurannya tepat dengan sasaran dan mencegar adanya potongan yang dilakukan oleh oknum yang selalu membuat gaduh Instansi. “Ini sebagai salah satu bentuk komitmen pak Gubernur Banten Wahidin Halim  melalui Dinas Sosial Provinsi Banten dalam rangka akuntabilitas dan transparasi Publik dalam penyaluran bantuan sosial,” paparnya.

Menurutnya penyaluran bansos non tunai juga untuk menghindari kontak antara penerima manfaat dan petugas penyalur, karena penyaluran akan langsung dikirimkan melalu rekening penerima manfaat yang dibuatkan melalui pihak Bank. “Uang bansos akan langsung dikirim melalui ATM pribadi yang menerima Bansos tersebut,” ungkapnya.

Nurhana Menjelaskan, Penyaluran bantuan melalui perbankan tersebut juga sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 63 tahun 2017, tentang penyaluran Bansos non tunai, dan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 10 tahun 2016 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi.

”Tahun lalu ada Bank BNI yang ikut menyalurkan dana Bansos.Tetapi karena ada sesuatu hal, tahun ini kami tidak memakai bank BNI lagi,” katanya.

Sementara itu, Asisten Daerah I Anwar Mas’ud menambahkan, kerja sama dengan pihak perbankan sebagai tindak lanjut rencana Gubernur Banten dalam menylurkan bansos secara nontunai.

“Pemberian dana bansos ini secara nontunai dalam bentuk kartu Multiguna, kucuran bansos ini baru pertama kali diprovinsi banten menggunakan kartu jadi menurut kami cukup baik dan patut diapresiasi yang dilakukan oleh Dinsos Banten. Untuk kedepannya pastinya akan berjalan, karena program ini cukup baik. keuntungannya bisa tepat waktu dan penyaluran tepat sasaran kerena ini langsung di berikan melalui rekaning penerima bantuan,” ungkapnya .

Kepala seksi (Kasi) Jamsos Keluarga, Budi Darma Sumapradja ia mengatakan, dana Bansos tunai yang dilakukan pihak perbankan, adalah merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam pemberantasan korupsi, serta memberikan informasi kepada masyarakat secara luas tentang transaksi perbankan.

”Alhamdulilah Pemerintah provinsi Banten menyampaikan apresiasinya terhadap pihak perbankan, baik Bank Indonesia Perwakilan Banten, Bank Jabar Banten, serta Bank Banten yang telah membantu proses kelancaran penyaluran dana Bansos,” Pungkasnya. (Mg/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY