Diduga Muchtar Sutanto Jadi Otak Tipikor Betonisasi Terate-Banten Lama Rp3,1 Miliar, Sujasman...

Diduga Muchtar Sutanto Jadi Otak Tipikor Betonisasi Terate-Banten Lama Rp3,1 Miliar, Sujasman (Bugis) Kembali Diadili Rabu 7 Juni 2017

361 views
0
BERBAGI

SERANG – Sujasman S Nongke kembali diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, Rabu (31/5/2017) lalu. Terpidana enam tahun penjara kasus korupsi peningkatan saluran Irigasi Induk Pamarayan Barat, Kabupaten Serang tahun 2013 senilai Rp 23,2 miliar, ini diadili untuk kasus korupsi royek betonisasi jalan Terate-Banten Lama pada DBMTR Banten tahun 2011 senilai Rp 3,1 miliar.

Direktur PT Wijanyanddaru Utama (WU), ini didakwa melanggar primer Pasal 2 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke- (1) KUH Pidana. Subsider 3 jo Pasal 18 undang-undang yang sama.

Berdasarkan  uraian surat dakwaan, pada 2011 DBMTR Banten mengadakan kegiatan pelebaran Jalan Terate-Banten Lama dengan anggaran Rp3,135 miliar. M Shaleh selaku sebagai Kepala DBMTR telah mengangkar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Cucu Suhara dan Muchtar Sutanto sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK).

Cucu Suhara kemudian menyetujui jadwal lelang yang dibuat oleh panitia pengadaan. Dalam lelang tersebut, ada 11 perusahaan lolos dan hadir dalam penjelasan dokumen lelang (aanwizjing). “Namun, yang memasukkan dokumen penawaran sejak tanggal 11 sampai dengan 23 maret 2011 hanya 5 perusahaan,” ujar penuntut umum Kejari Serang Subardi dihadapan majelis hakim yang diketuai Efiyanto.

Dokumen penawaran dari lima perusahaan itu lalu dilakukan evaluasi. Hasilnya, PT WU memeroleh nilai tertinggi dengan harga penawaran Rp3,05 miliar. Lalu, diadakan pembuktian kualifikasi dokumen PT WU oleh panitia pengadaan. PT WU kemudian oleh panitia pengadaan ditetapkan sebagai pemenang lelang.

“Cucu Suhara bersama-sama terdakwa Sujasman S Nongke menandatangani surat perjanjian kerja/kontrak,” sebut Subardi.
Setelah kontrak ditandatangani, terdakwa mengajukan pembayaran uang muka. Bendahara Pengeluaran DBMTR Ade Endang mengajukan surat perintah pembayaran (SPP).

Sebelum proses pengecoran lantai kerja/wet lean concrete, terdakwa mengajukan Montely Certificate (request form) kepada Muchtar Sutanto. Isinya, terdakwa meminta kepada Muchtar Sutanto selaku PPTK untuk lantai kerja menggunakan bahan beton K-100. Muchtar Sutanto menyetujui permohonan terdakwa. “Padahal, seharusnya Muchtar Sutanto menolak untuk memberikan persetujuan terhadap beton K-100, karena jenis beton yang seharusnya digunakan sesuai kontrak adalah beton K-125,” ungkap Subardi.

Selama proses pekerjaan berlangsung, terdakwa tidak pernah membuat laporan mengenai proporsi campuran bahan yang digunakan kepada Muchtar Sutanto. Tidak memberikan hasil pengujian laboratorium bahan yang akan digunakan dalam pengecoran lantai kerja.

“Kenyataanya, terdakwa dalam melakukan pengecoran terhadap lantai kerja tidak menggunakan spesifikasi beton K-100, melainkan menggunakan spesifikasi beton mutu rendah berupa beton B-0 yang dibeli dari PT Sinar Dinamika Beton,” kata Subardi.

Terdakwa membeli beton B-0 sebanyak 35 meter kubik dengan harga Rp530.000 per meter kubik. Total uang yang dihabiskan sebesar Rp18.550.000. Padahal, anggaran pengerjaan lantai kerja sesuai spesifikasi beton K-125 sebesar Rp209.066.940. “Selain itu, Muchtar Sutanto tidak pernah membuat atau mengeluarkan persetujuan tertulis kepada terdakwa saat akan melakukan pengecoran,” kata Subardi.

Meskipun pekerjaan dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi, terdakwa tetap mengajukan pemeriksaan hasil pekerjaan dengan bobot pekerjaan 100 persen. Muchtar Sutanto juga tidak menegur atau menghentikan pengerjaan proyek tersebut. “Hasil Core Drill Proyek Jalan Terate-Banten Lama yang dilakukan laboratorium Rekayasa Struktur Institut Teknologi Bandung, dari semua sample yang diambil tidak ditemukan adanya beton lantai kerja (lean concrete),” kata Subardi.

Perbuatan terdakwa bersama Muchtar Sutanto telah mengakibatkan proyek tidak sesuai spesifikasi. Berdasarkan audit perhitungan kerugian negara (PKN) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Banten, pengerjaan proyek betonisasi Jalan Terate – Banten Lama itu telah merugikan keuangan negara senilai Rp 209 juta.

Seusai dakwaan dibacakan, terdakwa melalui pengacaranya, Hermawanto akan mengajukan eksepsi pekan depan. “Sidang ditunda Rabu tanggal 7 Juni 2017,” kata Efiyanto.

sebelumnya Sujasman alias Bugis terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi yang di putuskan oleh mahkamah agung dan di adili dipengadilan negri serang terkait Peningkatan Saluran Induk Pamarayan Barat Daerah Irigasi (DI) Ciujung Kabupaten Serang Tahun anggaran 2013 sebesar Rp. 23,2 miliar.

PUTUSAN

Putusan Mahkamah Agung Nomor 2325 K/Pid.Sus/2015 Tahun 2016

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

MAHKAMAH AGUNG

QUORUM: DR ARTIDJO ALKOSTAR, SH, LLM (HAKIM KETUA); MS LUMME, SH, PROF DR KRISNA HARAHAP, SH, MH (HAKIM – HAKIM ANGGOTA)

 

mengadili perkara tindak pidana khusus pada tingkat kasasi telah memutus perkara Terdakwa:

Nama: Ir. H. M. SUJASMAN S. NONGKE Alias BUGIS;

Tempat Lahir: Pare-pare;

Umur/ Tanggal Lahir: 38 tahun/ 04 Februari 1976;

Jenis Kelamin: Laki – laki;

Kebangsaan: Indonesia;

Tempat Tinggal: Taman Graha Asri Blok CC 5 No. 1 Rt. 12 Rw. 019, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang;

Agama: Islam;

Pekerjaan: Wiraswasta;

Terdakwa berada di luar tahanan;

Terdakwa diajukan di depan persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Serang karena didakwa dengan dakwaan sebagai berikut:

PRIMAIR:

Bahwa Terdakwa Ir. H. M. SUJASMAN S. NONGKE selaku Site Manager Pekerjaan Peningkatan Saluran Induk Pamarayan Barat Daerah Irigasi (D.I) Ciujung, Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2013 berdasarkan surat Direktur Utama PT. Gunakarya Nusantara Nomor: 01.005/SK-02/GKN/I/2013 tanggal 04 Januari 2013, bersama-sama dengan H. KUSHENDAR PRAJAWIJAYA, S.T., M.M., (dilakukan penuntutan secara terpisah) serta H. NILLA SUPRAPTO (dilakukan penuntutan secara terpisah), pada bulan Januari Tahun 2013 sampai dengan bulan Desember Tahun 2013 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu Tahun 2013 bertempat di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian Jl. Ustadz Uzair Yahya No. 1, Kota Serang atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masih termasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang, yang melakukan atau turut serta melakukan secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi yang dapat merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negara. Perbuatan tersebut dilakukan oleh Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:

– Bahwa pada Tahun 2013 H. NILLA SUPRAPTO selaku Direktur Utama PT. Gunakarya Nusantara mengikuti Pelelangan Umum Pengadaan Barang/ Jasa Pekerjaan Peningkatan Saluran Induk Pamarayan Barat Daerah Irigasi (D.I) Ciujung, Kabupaten Serang yang dananya bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2013 pada Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung Cidurian;

– Pekerjaan Peningkatan Saluran Induk Pamarayan Barat Daerah Irigasi D.I. Ciujung, Kabupaten Serang tersebut dananya bersumber dari APBN berdasarkan DIPA Nomor: DIPA/033-06.1.4980 22/2013 tanggal 5 Desember 2012 dengan rincian:

Belanja modal irigasi Rp 33.480.500.000,00 (tiga puluh tiga milyar empat ratus delapan puluh juta lima ratus ribu rupiah);

Honorarium Panitia Pengadaan Rp 12.250.000,00 (dua belas juta dua ratus lima puluh ribu rupiah);

Honorarium Panitia Penerima Pekerjaan Rp 7.250.000,00 (tujuh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah);

– Bahwa yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 487/KPTS/M/2011 tanggal 27 Desember 2011 tentang Pengangkatan Atasan/ Pembantu atasan Kepala Satuan Kerja. Atasan Langsung Kepala Satuan Kerja dan Pejabat Inti Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu, dilingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Ciujung – Cidurian Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, yang ditandatangani oleh Sekjen Kementerian PU, yaitu H. KUSHENDAR PRAJAWIJAYA, S.T., M.M.;

– Bahwa setelah adanya pengumuman dari Website Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian mengenai pekerjaan Peningkatan Saluran Induk Pamarayan Barat Daerah Irigasi (D.I) Ciujung, Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2013, H. NILLA SUPRAPTO sebagai Direktur Utama PT. Gunakarya Nusantara memerintahkan Ir. TAUFIK RAMADHANI untuk membuat dokumen kualifikasi serta mendaftarkan PT. Gunakarya Nusantara untuk ikut Pengadaan Barang/ Jasa Pekerjaan Peningkatan Saluran Induk Pamarayan Barat D.I. Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2013. Sedangkan untuk membuat Dokumen Penawaran, H. NILLA SUPRAPTO menugaskan TAMRIN SITINJAK, S.T; (J/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY