Dinsos Banten Bantu IBU Penderita Kangker Payudara Di Lebak

Dinsos Banten Bantu IBU Penderita Kangker Payudara Di Lebak

50 views
0
BERBAGI

BANTEN, [respekNEWS] – Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana beserta Jajaran pejabat di Dinas Sosial Provinsi Banten menyambangi rumah Uun (26) janda anak satu di Kampung Cimesir, Rt 03 Rw18 Desa Muara Ciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung, Jum’at (28/7/2017).

Uun yang mengalami kangker Payudara kini mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Banten untuk dilakukan perawatan medis di Rumah Sakit Kangker Darmais Jakarta, Uun yang ditinggal suaminya selama dua minggu ini berjuang demi kesehatannya demi masa depan anaknya yang baru umur 7 tahun.

Dari bantuan tersebut Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan, bu Uun ini salah satu yang menerima program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial, yang bersangkut ini mengalami penyakit Kangker Payudara yang sudah stadium 4 kalau melihat kodisinya memang sudah parah.

“Kita mendapatkan informasinya baru dua hari yang lalu jadi hari ini kita langsung meninjau atau one the spot ke kediaman bu Uun ini. memang kita lihat kondisinya sangat miris, dari itu langkah-langkah yang diambil oleh kami yaitu mendorong para pendaping PKH segara dilakukan proses bantuan membuat BPJS, membuat KTPnya, KK apa lagi keluarga bu Uun ini tinggal diatas tanah miliki orang lain, ini kesulitan kita untuk merehap rumahnya bu Uun karena masih tanah milik orang lain,”ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa saat dirumahnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten memberikan sembako sekedarnya berupa Beras dan Mie instan, dan kebutuhan sehari hari, kedepannya yang penting pendamping bisa membantu keluarga bu Uun untuk dibuatkan KTP, BPJS dan KKnya agar bisa menerima bantuan kedepannya.

“Kita juga mengantarkan bu Uun ke Rumah Sakit Darmais untuk perawatannya, memang kesulitan bagi orang-orang yang tidak mampu dimana orang tersebut tidak memiliki BPJS dan KTP, maka dari itu bu Uun ini kita usulkan nanti untuk diberikan Bantuan Tidak direncana, karena ini sifatnya mendesak dan mengandung resiko sosial yang tinggi,”pungkasnya. (Jb/red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY