Dua Oknum Pegawai BPN Banten Dijebloskan Ke Penjara

SERANG – Dua terpidana korupsi kegiatan redistribusi tanah objek landreform (redistol) senilai Rp3,4 miliar pada Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Serang, Kamis (28/9/2017) lalu.

Penuntut umum Kejari Serang mengeksekusi hukuman kedua terpidana itu setelah salinan putusan kasasi perkara tersebut diterima.
Kedua terpidana itu ialah mantan kepala Seksi Landreform Bidang Pengaturan dan Penataan Pertanahan BPN Banten Dadi Rahmanhadi dan pegawai BPN Banten Fani Fahlevi.

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi keduanya dan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Dadi Rahmanhadi dan Fani Fahlevi dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 huruf (b) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana.

Pada tingkat banding, Dadi Rahmanhadi diganjar dengan hukuman pidana dua tahun dan bulan penjara. Selain itu, Dadi Rahmanhadi diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp213 juta lebih subsider satu tahun penjara.

Sementara, Fani Fahlevi dihukum selama dua tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp25 juta subsider satu tahun penjara. Keduanya juga masing-masing dijatuhi pidana denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.

“Belum ada yang mengembalikan uang pengganti,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Serang Agustinus Olaf Mangontan, Senin (2/10/2017).

Sebelum dijebloskan ke dalam penjara, petugas Kejari Serang lebih dahulu menjemput Dadi Rahmanhadi di sebuah kontrakan di Kampung Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Petugas kemudian menjemput Fani Fahlevi di Terminal Pakupatan, Kota Serang. “Setelah pemeriksaan administrasi dan kesehatan, kedua terpidana itu kita bawa ke Lapas Serang,” kata Olaf.

Diketahui, pelaksanaan kegiatan redistol itu ditargetkan untuk 8.514 bidang tanah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Program yang dibiayai oleh APBN tahun 2008 itu disidik Polda Banten lantaran diduga tidak tepat sasaran.

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Di antaranya, mantan Kasubsi Landreform dan Konsolidasi BPN Pandeglang Tb Enoh Juhaeni, mantan Kasubsi Landreform dan Konsolidasi BPN Kabupaten Lebak Duski, Dadi Rahmanhadi, dan Fani Fahlevi. Akibatnya, negara dirugikan Rp2,7 miliar. (Nur/Red)

Related posts:

Tinggalkan Balasan

*