Gara Gara Nipu Calon Anggota Polri, Oknum Perwira Polda Banten Terancam Di...

Gara Gara Nipu Calon Anggota Polri, Oknum Perwira Polda Banten Terancam Di Copot

180 views
0
BERBAGI

Respeknews.com. Banten – Kabid Propam Polda Banten, AKBP Mulya Nugraha mengaku belum menangani kasus dugaan penipuan orangtua calon anggota Polri, yang melibatkan oknum perwira anggota dari Direktorat Sabhara Polda Banten Kompol Ahmad Zein (53).

“Belum kita tangani kalau pidananya belum selesai. Kalau masa tahanannya sudah selesai (incraht) baru di kita (sidang etik),” kata Kabid Propam Polda Banten, AKBP Mulya Nugraha kepada Awak Media. Selasa (6/6/2017).

Pihaknya masih menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum pidana yang berlaku. Jika putusan pengadilan menyatakan Kompol Ahmad Zein bersalah maka sanksi etik yang tak kalah berat hingga pemberhentian dengan tidak hormat bisa menimpa perwira tersebut.

“Justru kita nanti larinya ke kode etik. Mungkin kan nanti sanksinya ada demosi (pemindahan tugas dengan pangkat lebih rendah), penundaan kenaikan pangkat, sampat PTDH (pemebrhentian tidak dengan hormat). Tapi harus selesai pidannya dulu,” jelas Mulya.

Sanksi paling berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat, kata dia, bisa dijatuhkan dengan syarat vonis pengadilan di atas dua tahun hukuman badan. “Paling berat memang PTDH kalau hukumannya di atas dua tahun bisa PTDH. Tapi kita kembalikan lagi pada sidang Wanjak (Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan). Nanti bagaimana hasil dari Pak Wakapolda melalui pertimbangan-pertimbangan yang ada,” kata  Kabid Propam.

Dilansir BantenNews.co.id, Sebelumnya, Penuntut umum Kejari Serang menahan oknum perwira Polda Banten Kompol Ahmad Zein (53). Anggota dari Direktorat Sabhara Polda Banten itu ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan)  Klas II B Serang karena kasus dugaan penipuan perekrutan anggota Polri.

Kasus dugaan penipuan tersebut bermula pada Januari-Febuari 2015 lalu.  Ketika itu, korban Eka Indra Sunarya berbincang dengan Geseng. Lewat obrolan itu, warga Kampung  Tinggar Masjid, Desa Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang ini menyatakan ingin menjadi anggota Polri. Lalu, Geseng menyarankan kepada korban untuk menghubungi tersangka.

Saran Geseng itu oleh korban kemudian dituruti. Ia kemudian mengirim pesan singkat (SMS) kepada tersangka.

Pesan singkat itu dijawab oleh tersangka dengan menyatakan ingin langsung berkomunikasi dengan orangtuanya. Kemudian tersangka berkomunikasi dengan orang  tuanya bernama Iwan Setiawan dan bertemu di rumahnya.

Melalui pertemuan itu, tersangka meyakinkan kepada Iwan bahwa ia sanggup mengurus pencalonan Eka Hingga lulus menjadi anggota Polri. Agar tes pencalonan berlangsung mulus, tersangka meminta disiapkan uang Rp 150 juta. Uang itu digunakan untuk menyogok panitia penerimaan. Apabila tidak lulus, tersangka akan mengembalikan uang tersebut.

Tanpa ragu Iwan berani meminjam uang ke Bank BJB sebesar Rp 145 juta. 11 Februari 2015 sekitar pukul 20.00 tersangka  datang ke rumah korban untuk mengambil uang. Uang Rp 150 juta oleh Iwan kemudian diserahkan kepada tersangka.

Akan tetapi setelah proses tes perekrutan korban dinyatakan tidak lulus. Korban pun menagih janji kepada tersangka. Namun tersangka tidak bertanggung jawab hingga kasus ini dilaporkan ke Polda Banten. Tersangka disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP. (Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY