Kapolda Banten Minta Pejabat Krimsus Serius Sikapi Korupsi

Kapolda Banten Minta Pejabat Krimsus Serius Sikapi Korupsi

33 views
0
BERBAGI

Banten, (RN) – Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo secara khusus meminta pejabat yang baru di Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk menjaga komitmen dalam upaya memberantas korupsi. Hal tersebut disampaikan Kapolda setelah melakukan serah terima jabatan (Sertijab) untuk beberapa pejabat yang baru di lingkungan Polda Banten.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus dapat melakukan pencegahan terhadap prilaku koruptif yang mengerogoti keuangan negara. Sebab, dampaknya akan menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat banyak.

“Untuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus harapan kita komitmen yang sudah kita buat, tetap dijaga. Ada beberapa target operasi yang kini sedang ditangani,” kata Kapolda kepada wartawan di Markas Polda Banten, Sabtu (25/11/2017) kemarin.

Kapolda juga berharap Direktorat Reserse Kriminal Khusus juga dapat bekerja sama dengan instansi lain seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kita berharap di Banten ini angka-angka yang masuk prilaku koruptif ini bisa kita tekan,” ucap Kapolda.

Saat ini, Kapolda menambahkan pengawasan kasus Tipikor yang tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus bukan hanya oleh dirinya. “Mabes pun mengawasi dan itu pun ada MoU dengan KPK. Tentunya yang sudah berproses harus tuntas,” tandasnya.

Lain halnya, sambung Kapolda, jika ditemukan kesulitan proses penyidikan. Meski begitu harus tetap dilakukan gelar perkara secara bersama antara aparat penegak hukum baik dari Polri, Kejaksaan dan KPK. “Kalau sudah ditetapkan tersangka harus dilimpahkan sampai P-21,” ujar Kapolda.

Sekadar menyebut beberapa kasus Tipikor yang tengah ditangani Polda Banten antara lain kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai di Dishub Kota Serang, Disdukcapil Kabupaten Pandeglang,  DPMPTSP Kabupaten Tangerang.

Selain itu ada juga kasus dugaan korupsi Badan Pengelola Kesejahteraan Krakatau Steel (Bapelkes KS) tahun 2014 senilai Rp245 miliar. Dalam kasus ini Polda telah menetapkan empat tersangka yakni Triyono (Manager Investasi) dan Herman Husodo (Ketua Bapelkes 2012-2014) dan dua dari pohak luar direksi yakni Ryan Antoni (pihak ketiga DPO), dan Andigo.

Ada juga korupsi pengadaan alat olahraga permainan dan bela diri senilai Rp2,2 miliar tahun 2013 yang belum menantaskan Kedua berkas perkara atas nama tersangka Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek bernama Nasir dan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Suharman Rahmat. (Job/red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY