Kapolda Minta Propam, Tindak Oknum Anggota Polda Banten Penganiaya Siswa

Kapolda Minta Propam, Tindak Oknum Anggota Polda Banten Penganiaya Siswa

47 views
0
BERBAGI

Banten, (RN) – Pihak pelapor dan terlapor kasus dugaan penganiayaan terhadap AS, siswa salah satu sekolah menengah di Kota Serang oleh oknum anggota Polda Banten berujung mediasi. Pada pertemuan yang berlangsung di ruangan Bin Ops Nal Polda Banten itu dihadiri oleh pihak keluarga korban dan keluarga pelaku didampingi Kepala Desa setempat.

Pada kesempatan itu Kepala Desa Lebak, Kecamatan Ciomas Epid mengatakan kedatangannya ke Mapolda Banten untuk menanyakan masalah dugaan penganiayaan. “Tetapi meminta agar tidak diproses, karena persoalan akan jadi lain. Kedua belah pihak masih punya hubungan keluarga. Kami berharap hal ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Epit saat ditemui di Mapolda Banten, Jumat (20/10/2017).

Terpisah Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan terkait kejadian tersebut pihak Polda Banten sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum anggotanya. “Seharusnya tidak gampang emosi dan lebih baik mengambil langkah sesuai jalur hukum dan tidak main hakim sendiri, karena tugas Polri memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Kapolda.

Kapolda juga meminta supaya kasus tersebut dilakukan langkah tegas dengan memproses tuntas di Propam terhadap dua pelaku yang melakukan pemukulan. “Termasuk teman-teman yang melakukan pembiaran dan tidak menutup kemungkinan diproses pidana,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kapolda juga memintaa maaf kepada pihak korban dan keluarga serta memberikan bantuan pengobatan serta memberikan perlindungan hukum terhadap korban dan keluarga.

“Memberikan teguran dan sanksi tegas terhadap oknum dan atasannya agar tidak terjadi peristiwa tersebut di kemudian hari,” tandasnya.

Senada dengan Kapolda, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Zaenudin mengatakan pada prinsipnya setiap anggota yang melakukan pelanggaran akan diproses. Namun begitu, pihaknya akan menyerahkan kepada Propam Polda Banten untuk melakukan pemeriksaan.

Sampai siang ini, antara pihak keluarga pelapor dan keluarga terlapor tengah melakukan mediasi. “Pertama karena keduanya masih ada hubungan kerabat. Kedua, korban juga telah mengujarkan kata makian yang mengandung unsur ujaran kebencian yang menimbulkan kemarahan terlapor,” kata Zaenudin.

Zaenudin juga meminta maaf kepada masyarakat jika masih terjadi tindakan tidak terpuji oknum anggota kepolisian. “Kami meminta maaf dan menyayangkan akan peristiwa itu. Semoga kedepan tidak terjadi lagi,” harapnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermul pada Rabu (18/10/2017) sekira jam 19.30 WIB, korban AS mengirim SMS lewat media sosial WhatsApp (WA) kepada oknum anggota Polda Banten RN agar menjauhi kekasih korban. RN tidak terima lantaran isi WA dari korban tersebut bernada memaki dengan kata-kata “anjing”.

Selanjutnya pada Kamis (19/10/2017) sekira pukul 14.00 WIB, RN bersama AG menunggu korban di depan sekolah korban. Terlapor kemudian menyeret dan memborgol korban sambil memukul dan menendang korban.

Selanjutnya teman-teman RN datang sekitar kurang lebih 10 orang dengan menggunakan kendaraan satu mobil dan lima motor. Mereka hanya menyaksikan saja. Akibat kejadian tersebut teman-teman korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah dan pihak sekolah langsung mengamankan korban serta pelaku RN ke ruang Bimbingan dan Pengawasan (BP) sekolah korban.

Kebetulan di sekolah tersebut sedang ada penyuluhan dari Sat Binmas Polda Banten dengan agenda “Ops Bina Kusuma Kalimaya 2017”. Selanjutnya anggota yang tengah memberi sosialisasi menghubungi Kasie Propam Polres Serang agar mengamankan RN dan AG. (Zal/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY