Kepala DESDM Banten Tuding PT. Cemindo Menambang Pasir Ilegal Di Bayah Lebak

Kepala DESDM Banten Tuding PT. Cemindo Menambang Pasir Ilegal Di Bayah Lebak

134 views
0
BERBAGI

Banten, (RN) – Eko Palmadi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Banten,  menuding PT Cemindo Gemilang telah melakukan penambangan ilegal pasir kuarsa di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Pihaknya telah memasang spanduk berisi informasi penutupan area penambangan pasir ilegal tersebut. PT Cemindo dinilai telah menyalahi aturan karena melakukan penambangan pasir di luar area yang ditentukan.

“Mereka sebenarnya punya izin penambangan, tapi yang ditambang itu di luar area yang sudah ada izinnya,” kata Eko Palmadi ditemui usai acara serah terima jabatan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) di Aula Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (8/1/2018).

Pihaknya juga telah melakukan teguran pertama kepada pihak PT Cemindo Gemilang dan langsung menutup area penambangan ilegal tersebut. Eko sendiri mengakui bahwa sebelumnya pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat terkait aktivitas penambangan pasir ilegal.

“Sudah kita panggil sebelumnya. Kita lakukan teguran dan kita buatkan berita acaranya. Tapi mereka membandel. Kalau sudah kita peringatkan dan kita tutup selanjutnya itu sudah ranahnya penegak hukum,” kata Eko menjelaskan.

Luas area yang ditambang oleh PT Cemindo Gemilang menurut informasi mencapai dua hektare. Akibat aktivitas itu warga mengaku merasa dirugikan. Mulai dari keluhan keruhnya air dan rusaknya ekosistem setempat.

Untuk mengelabui petugas, PT Cemindo Gemilang beralasan melakukan perataan permukaan area. Namun pada kenyataannya, lanjut Eko, mereka memanfaatkan hasil perataan area untuk aktivitas produksi. “Tetap saja kalau begitu kan namanya memanfaatkan area tanpa izin, dan tidak bisa dikenai pajak,” ujarnya.

Humas PT Cemindo Gemilang Sigit Indrayana tidak menampik bahwa operasi penambangan pasir kuarsa tersebut dilakukan tanpa ada izin dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten. “Kita sudah mendapat arahan dari Distamben (Banten). Proses pengurusan izin pemanfaatan galian sedang kita lakukan,” kata Sigit melalui pesan singkat pada awak media. (Job/red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY