Organisasi Ojeg Pangkalan Geruduk Gedung DPRD Banten

Banten, (RN) – Organisasi ojek pangkalan (Opang) menggeruduk gedung DPRD Provinsi Banten, Kecamatan Curug, KP3B, Kota Serang, Senin(9/10/2017). Mereka meminta Pemprov Banten menghentikan operasi Gojek yang beroperasi di Kota Serang dan sekitarnya.

Salimin salah seorang perwakilan Opang menyatakan bahwa keberadaan Gojek sudah meresahkan para Opang. Sebab, pendapatan para Opang menurun. Selama ini penghasilan para opang berkurang hingga mencapai 70 persen. Kata dia, banyak driver Gojek juga tidak mematuhi aturan trayek yang dibuat para Opang.

“Untuk itu pada pemerintah daerah agar memperhatikan nasib para opang. Kami meminta Gojek dihapus.
Dan kami meminta kejelasan izin Gojek yang sudah beroperasi di Kota Serang,” ujarnya saat audiensi digedung DPRD Provinsi Banten.

Dia mendesak Pemprov dan DPRD Banten beserta OPD agar dapat menertibkan trayek Gojek. Kata dia, Pemerintah beserta aparaturnya
harus proaktif menyelesaikan perselisihan antara Gojek dan Opang.

“Pemda dan DPRD agar mendengar jeritan hati rakyat karena ini merupakan tugas Pemda dan dewan agar mengurus keinginan rakyat kecil,” ujarnya.

Senada dikatakan Hambali driver Opang lainnya. Ia meminta pemerintah mendengar aspirasi para opang. “Jujur hati kami menjerit dan menagis kalau diceritakan. Sebab, keberadaan Gojek sudah melemahkan perekonomian para angkutan ojek pangkalan,” ucapnya.

Pantaun di lokasi, audiensi tak dihadiri oleh para perwakilan DPRD. Audiensi ini diwakili oleh sejumlah pegawai di DPRD Provinsi Banten. (Man)

Related posts:

Tinggalkan Balasan

*