Terkait Serbet, Dindik Banten Akan Berikan Kompensasi Hadiah Pada Noval

Terkait Serbet, Dindik Banten Akan Berikan Kompensasi Hadiah Pada Noval

1.326 views
0
BERBAGI

BANTEN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Tanggal 02 Mei 2018 kemari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten mendapat kecaman dari beberapa pihak terutama dari seniman yang ada di Banten.

Sebelumnya diketahui, Dindikbud Banten mengadakan hari peringatan Hardiknas dengan mengadakan perlombaan membaca puisi yang dilaksanakan di depan kantor Dindikbud Banten, namun naasnya ketika pembagian hadiahnya kepada Noval salah satu mahasiswa smester akhir di Universitas Bina Bangsa ini mendapat juara dua dan mendapatkan hadiah dua buah serbet lalu dibungkus dengan kertas yang bertulisan selamat menikmati.

Noval menceritakan ketika dirinya mendatangi kantor Dindikbud Provinsi Banten sedang mengadakan acara perlombaan baca puisi dan dirinya mengikuti lomba tingkat umum.

Setelah membaca puisi dirinya pun mendapatkan gelar juara kedua pada perlombaan tersebut, namun kata Noval dirinya kaget ketika membuka hadiah.

“Saya mendapat hadiah, hadiah itu saya buka di kampus bukan di tempat perlombaan, saya kaget ketika membukanya, saya fikir hadiahnya berisi pulpen, buku atau seperangkat alat tulis. Ternyata didalamnya dua buah serbet,” kata Noval saat ditemui dihalaman Dindik Banten, Kamis (3/5/2018).

 

Menurut Noval, Dirinya juga tidak mengetahui siapa saja yang mendapatkan juara satu dan juara tiga, tapi dirinya menduga untuk kotaknya sama semua. “Juara satu dan tiga kotaknya saya yakin sama semua isinya Serbet,” pasalnya saat penyerahan hadiah dilakukan di panggung secara bersamaan dengan yang lain,” ungkapnya

Untuk jumlah peserta sendiri yang mengikuti perlombaan puisi ada sekitar sepuluh orang namun untuk jenis perlombaannya banyak. “Kalau puisi di bawah sepuluh orang yang ikut, untuk dewan juri saya tidak tahu ada atau tidak,” katanya

Menanggapi kejadian yang dianggap melecehkan kesenian tersebut, Seniman Banten mengadakan aksi didepan kantor Dindikbud Banten dengan menampilkan pertunjukan puisi, cerita dan lain-lain.

Perwakilan Seniman Banten, Purwo Rubiono mengecam Panitia kegiatan Hardiknas yang diselenggarakan oleh pihak Dindik Banten agar kedepan tidak asal-asalan, tidak boleh menimbulkan penghinaan, maka itu pihaknya melakukan kritik terhadap peristiwa ini yang seharusnya kesana, untuk kedepan tidak lagi terulang. “Mudah-mudahan dengan kita mengadakan kegiatan ini, kita bisa mengingatkan kepada pemerintah untuk benar-benar serius mengerjakan tugasnya untuk membangun kebudayaan,” katanya

Menurutnya Seniman juga akan melakukan pendekatan secara persuasif, karena pihaknya tidak bersikap sebagai seniman, tapi pihaknya paham terhadap kebudayaan. “Jadi, kita akan melakukan pendekatan yang sifatnya persuasif. Entah itu kita akan membawa pernyataan-pernyataan, kita juga akan memberikan pendapat kita, bagaimana seharusnya menyelenggarakan perlombaan,” cetusnya.

Artinya, lanjut Purwo, tidak sampai diaksi ini saja yang dilakaukan, tapi akan menyamakan persepsi agar mendapat satu kata dalam membangun kebudayaan, karena pembangunan-pembangunan di sektor lain, itu juga sama seperti mandek, maka kebudayaan tidak boleh.

“Menurut teman-teman penyair, peristiwa lomba pembacaan puisi yang menghadiahkan serbet itu sebenarnya mereka juga merasa lucu tetapi merasa terhina, jadi ini pelecehan. Tetapi alhamdulilah kalau teman-teman seniman itu paham bagaimana kondisi teman-teman penyelenggara ivent ini,” ujarnya

Untuk dihargai atau tidak kesenian ini, kata Purbo mengatakan mungkin ini ketidak tahuan penyelenggara tentang apa hakikatnya kesenian itu. “Aksi ini dilakukan sebagai kita menunjukan bahwa kita perhatian, kita memberikan keritik, kita memberikan saran bahwa bagaimana seharusnya membangun kebudayaan itu, bagaimana seharusnya memajukan kebudayaan,” imbuhnya

 

Menangagapi hal tersebut, Sekdis Dindikbud Banten, Joko Waluyo mengatakan untuk pelaksanaan acara perlombaan tersebut, sebetulnya tidak ada perencanaan (spontanitas,red), kata dia, dari unsur dindik mengadakan acara tersebut melibatkan pihak internal, tidak dibuka untuk umum, namun ada peserta yang dari luar. “Itu antusiasme dari luar dan kami juga tidak menyediakan hadiah sebelumnya, sehingga mungkin dilevel panitia kami tidak terpikir, mungkin untuk pantasan saat itu kemudian mengadakan hadiah, dan itu sama sekali tidak terpikir bentuk hadiah itu, kemudian menjadi simbolik kemudian di maknai berbeda,” katanya

Jadi, menurut Joko, bukan semata-mata saat pelaksanaan pihaknya tidak mempunyai prefensi yang lain kecuali semata-mata ingin memberikan hadiah.

“Kalau makna hadiah ini berakibat seperti ini, sama sekali mungkin persoalan wawasan dan sebagainya, kemudian kejadian ini juga akan bahan koreksi kami kedepan,” ucapnya

“Intinya, kami atas nama Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten meminta maaf sebesar besarnya pada seniman Banten terutama pada Noval. Dan Ini menjadi pelajaran penting buat kami, hal yang kelihatannya sepele tapi itu ternyata penting harus kita perhatikan kedepan,” lanjutnya

Ia juga menghargai kepada semua pihak yang ikut mengkritisi Dindikbud Banten ini, karena itu bagian formulasi kedepan. “Sehingga hal-hal yang penting yang seharusnya dicermati, perhatikan itu tidak terlupakan,” ucapnya

Untuk dasar memberikan serbet, kata Joko, hal tersebut hanya spontanitas mata, kemudian terpikir saat itu pelaksanaan acara tersebut tidak diberikan hadiah. sementara hadiahnya sendiri belum di siapkan, sehingga adanya apa saat itu pula kemungkinan tidak terpikir jauh lagi untuk panitia. “Tidak ada unsur kesengajaan kami memberikan hadiah dua buah serbet, karena kami tidak menyiapkan hadiah, sehingga spontanitas saja saat itu,” jelasnya.

Untuk itu, kejadian ini agar tidak terulang kembali, pihaknya akan mempertimbangkan acara yang akan digelar, ia juga akan memberikan kompensasi hadiah kepada pemenang lomba baca puisi kemarin terutama pada Noval “Insya Allah ada kompensasi hadiah buat Noval, kami akan pikirkan,” pungkasnya. (Jb/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY