Tolak UMK : Gubernur Banten Di Kepung 5000 Buruh, Minta Cabut PP...

Tolak UMK : Gubernur Banten Di Kepung 5000 Buruh, Minta Cabut PP 78/2015

94 views
0
BERBAGI

Banten, (RN) – 5000 buruh dari berbagai serikat pekerja di Banten, mengepung Gubernur Banten Wahidin Halim sejak pukul 11.30.wib di Pendopo Gubernur Banten Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) hingga pukul 18.30.wib. Kamis (23/11/2017).

Aksi mengepung Gubernur Banten tersebut dilakukan buruh memprotes Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Provinsi Banten yang telah ditetapkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim beberapa hari lalu.

Gubernur Banten Dirinya menetapkan UMK berdasarkan PP 78/2015 yaitu sebesar 8,71%. Hal ini tidak sesuai dengan perhitungan Survey kebutuhan hidup layak kaum buruh di Banten dan tidak sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan PDB sebesar 11,61%. Bahkan Gubernur Banten Wahidin Halim mengesampingkan rekomdasi angka UMK yang direkomendasikan oleh Bupati ataupun Walikota Tangerang, Serang, dan Kota Tangerang Selatan, bahwa Gubernur Banten Wahidin Halim telah mengecewakan kaum buruh di tanah Banten.

Dalam Orasinya Serikat Buruh, memprotes Wahidin Halim yang sudah menetapkan UMK berdasarkan PP No 78. “Dengan suara keras saat orasi, buruh kecewa, pasalnya saat jelang kampanye Pilgub Banten 2017 lalu menurutnya Wahidin halim meminta dukungannya pada serikat buruh yang ada di kabupaten serang, serta Tangerang Raya dan berjanji untuk mensejahtrakan kaum buruh, akan tetapi Wahidin Halim Lupa akan janjinya dulu sebelum menjadi gubernur,’ ungkap buruh saat orasinya.

Peserta aksi dalam orasinya terus bergantian dengan para federasi buruh yang tergabung dalam komite Aksi Perjuangan Upah  seperti KSBSI-FSB MIGAS-FSBRK-SPSI-FSP FARKES REFORMASI-SBGTS GSBSI-SPSI LEM-KSPSI-FSBKU-KSN-GASPERMINDO-FSPMI-SPN-SBJP-IPCM-SPDM-FSBMI-SBSI 92-SBPS.

Buka :  https://youtu.be/HfP65uu_uqw

Buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Perjuangan Upah (KAPU) terus bergantian orasi hingga pukul 18.00wib ia  menyerukan dan mengajak seluruh kaum buruh dan masyarakat tertindas di kabupaten serang, Kota Cilegon, dan Tangerang Raya untuk bersama-sama berjuang membangun kekuatan politik alternatif yang mengabdi pada kepentingan dan cita-cita masyarakat Banten Bersatu adil dan makmur.

Tidak hanya disitu saja, Peserta aksi buruh dikecewakan lagi oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, yang katanya akan menemui buruh, mendadak wahidin tidak mau menemui buruh. “wahidin merintahkan Alhamidi kepala dinas tenaga kerja provinsi banten menemui buruh sembari menyampaikan. “pak gubernur meminta perwakilan buruh untuk berauden esok jumat  (24/11/2017) pukul 13.00wib hingga 14.00wib. (Red)

Editor : Mang Najib Lee

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY