Untuk Banten, Dana Desa Di Evaluasi Kemendagri

Untuk Banten, Dana Desa Di Evaluasi Kemendagri

206 views
0
BERBAGI

Banten, (RN) –  Untuk Provinsi Banten, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan catatan terhadap program bantuan dana desa (DD) yang dicantumkan Pemprov Banten dalam APBD perubahan Provinsi Banten tahun anggaran 2017.

Kepala Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina mengkhawatirkan dalam sisa waktu yang tersisa program tersebut dikhawatirkan tidak bisa selesai.

“Evaluasi APBD perubahan dari Kemendagri sudah keluar, hari ini sedang kita perbaiki dan sedang kita siapkan. Ada beberapa yang dievaluasi, salah satunya bantuan khusus buat desa,” kata Hudaya, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, Senin (16/10/2017).

Hudaya menjelaskan, dievaluasinya program bantuan desa itu dikarenakan pihak Kemendagri mengkhawatirkan serapan anggaran program tersebut tidak bisa diselesaikan pada perubahan APBD 2017.

Apalagi, sampai saat ini serapan anggaran atas program itu belum dilaksanakan sama sekali. “Bantuan desa masih nol persen serapannya, sebenarnya program ini sudah kita jelaskan adanya di APBD murni, tapi Kemendagri mempertanyakan apakah ini bisa maksimal gak serapannya, apalagi waktunya cuma tersisa sekitar 2,5 bulan lagi,” terang Hudaya.

Selain bantuan desa, ada program lain di APBD perubahan 2017 menurut Hudaya yang mendapat evaluasi dari Kemendagri. Program itu yakni bantuan bantuan sosial jamsosratu, program listrik desa, dan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

“Jamsosratu juga sama dievaluasi Kemendagri karena sampai saat ini serapannya masih nol persen. Pertanyaannya kan apakah cukup nanti waktunya untuk melaksanakan program itu,” tutur Hudaya.

Hudaya juga mengatakan bahwa evaluasi APBD perubahan 2017 akan dibahas kembali dengan DPRD Banten. Setelah nanti disahkan DPRD, pihaknya akan memanggil pejabat OPD Banten untuk memastikan kemampuan berapa kemampuan serapan anggaran masing-masing OPD atas program tersebut.

“Syukur-syukur sih kalau bisa maksimal serapannya karena ini menyangkut kinerja mereka, tapi kalau mereka ternyata tidak bisa menyelesaikannya, minimal mereka sudah siap berapa target persentase atas serapan anggaran dari program itu,” ucapnya. (Job/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY