Sekertaris PPDT Kritiki Kebijakan Kades Setia Asih

Sekertaris PPDT Kritiki Kebijakan Kades Setia Asih

30 views
0
BERBAGI

BEKASI – Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih sangat kurang. Kedisiplinan dalam membuang sampah harusnya selalu diterapkan dan di sosialisasikan oleh kepala desa dilingkungan setempat.

Banyaknya persoalan penting masyarakat Desa Setia Asih, mengenai pola menjaga kebersihan lingkungan. Selain sampah, jalan berlubang pun menjadi pekerjaan rumah desa setia asih, jalan banyak yang berlubang, sampah yang menumpuk di perairan sungai. Sekretaris PPDT (Putra Putri Daerah Tanah Tinggi) ikut menyoroti persoalan rumit yang terjadi di Desa Setia Asih, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Istimewa

Muhammad Faqih, selaku Sekretaris PPDT menyayangkan sikap kinerja pemerintahan Kepala Desa Setia Asih Hj Siti Qomariyah yang sejauh ini belum terlihat gebrakannya di lingkungan masyarakat.

“Ini yang ke dua Periodenya Hj Siti Qomariyah terpilih secara konstitusional tidak bisa memenuhi kebutuhan dan kekurangan Desa Setia Asih”. kata Muhammad Faqih yang juga sekertaris PPDT dalam keterangan rilisnya yang dikirim ke redaksi. Jum’at (27/4/2018).

Istimewa

Selain persoalan banyaknya sampah yang menumpuk diperairan selokan dan dijalan, ditambah dengan banyaknya jalan yang berlubang di beberapa titik, sehingga perlu untuk ditambal dan sampah yang menumpuk perlu diangkut agar mempermudah pengendara berjalan.

“Jika sampai saat ini Pemerintah Desa tidak bisa memenuhi kebutuhan dan kekurangan, maka kami pantas menyebutnya pemerintah gagal selama dua Periode,” ungkapnya

Bukan hanya Jalan yang rusak dan sampah bertebaran di air, faqih juga menegaskan masalah kinerja Administrasi yang berjalan dipemerintahan desa.

“Selama ini kades tidak bisa melepaskan laporan pertanggung jawaban terhadap keuangan desa yang entah kemana larinya dan kinerjanya selama dua priode menjabat, sehingga laporan ini menjadi penting untuk di publikasikan agar semua masyarakat mengetahui kemana aliran dana yang dipakai”. Paparnya

Selain itu, lanjut Faqih, “hari ini pemerintah sibuk mengurusi peralihan status, padahal jelas permasalahan desa sudah ada, bukan menambahkan masalah yang baru”. Ucap Faqih

Faqih menambahkan “dengan adanya peralihan status ini seolah-olah hanya pelarian dari kepentingan kades dan segelintir orang di kelilingnya yg mencoba menutupkan kebobrokan kinerjanya selama ini”. Tutup faqih (awd)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY