Dugaan Pungli Di TPI Binuangen Mandeg Di Polres Lebak, FKMMN Ancam Demo...

Dugaan Pungli Di TPI Binuangen Mandeg Di Polres Lebak, FKMMN Ancam Demo Besar Besaran Di Polda Banten

118 views
0
BERBAGI

KAB. LEBAK, [respekNEWS] –  Forum Komunikasi Masyarakat Mandiri dan Nelayan (FKMMN), meminta kepada pihak Kepolisian resort (Polres) Lebak agar segera memenuhi komitmen soal penyelesaian kasus dugaan pungutan yang dilakukan oleh pegawai di UPT Kelautan dan Perikanan kepada nelayan dan pengusaha ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Dikatakan oleh Andi Rahman selaku  Ketua FKMMN, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto, sempat menjanjikan kepada pihaknya akan memberikan progres pemeriksaan kasus dugaan pungli di TPI Binuangeun per satu minggu dan akan menyelesaikannya selama satu bulan,’ ujar Dani Arianto di puluhan masa pendemo beberapa minggu lalu.

Namun demikian, kata Andi Rahman ,  hampir satu bulan ini sejak Kapolres menjanjikannya belum ada info apapun soal penanganan kasusnya. Bahkan Andi Rahman mengaku, dirinya melihat bahwa kasus yang tengah dilakukan penyelidikan oleh Polres Lebak itu seolah diam tidak ada tindak lanjutnya.

“Saat ini kami belum mendapatkan tembusan dari pihak Polres Lebak soal sejauh mana penanganan kasusnya. Padahal Kapolres sempat menjanjikan ke kami dihadapan masa pengunjuk rasa, ia akan memberikan progres pemeriksaan setiap minggunya,” ucap Andi Rahman  saat dihubungi awak media melalui pesan singkat, Jumat (28/7/2017).

Beberapa minggu lalu FKMMN melakukan aksi unjuk rasa di pendopo Bupati Lebak, saat itu Kapolres pun menjanjikan kepada pihaknya akan menghentikan sementara pungutan yang 5% karena tidak ada dasar aturan Perda nya.

“Hingga saat ini pungutan yang 5 persen  masih berlangsung di Binuangeun,” kata Andi Rahman, ia pun mengatakan pada awak media, jika Polres Lebak mampu menuntaskan kasus ini hingga selesai, kami acungkan jempol bahkan mengapresiasinya, sebaliknya jika Polres lebak diduga adanya kongkalingkong dengan kasus ini, kami akan turun kembali dengan masa yang lebih besar yang akan menggeruduk Polda Banten di Kota Serang. Hal itu menurutnya dibuktikan dengan tidak adanya progres yang jelas dari Polres Lebak.

“Saya sekarang jadi ragu Polres akan mampu menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. Buktinya sampai sekarang masih belum jelas sejauh mana penanganan kasusnya,’ imbuhnya. “Kami pun akan aksi lagi tapi nunggu tanggal 11 Agustus nanti atau tepatnya melewati dari waktu satu bulan yang sudah dijanjikan Kapolres.” Kata Andi Rahman selaku ketua FKMMN. (Jb/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY