Hakiki Hakim : Pilkada Lebak Berpotensi Paslon Tunggal

Hakiki Hakim : Pilkada Lebak Berpotensi Paslon Tunggal

24 views
0
BERBAGI

Kab. Lebak – Pemilihan Bupati & Wakil Bupati Lebak di Tahun 2018 ini, sangat menarik dan unik……. Kenapa menarik dan unik??
Pasangan Calon dari petahana atau incumbent yang diusung oleh seluruh partai politik di Kabupaten Lebak ini yang menarik, seperti terjadi di Kabupaten Tanggerang dan Kota Tanggerang, 3 (tiga) daerah di Banten ini di dominasi oleh incumbent /petahana.

Di Lebak saat ini, pasca terjadi gugatan sengketa di Panwaslu Kabupaten Lebak oleh Bakal Pasangan Calon dari jalur perseorangan atau non parpol, walhasil putusan Panwaslu mengabulkan gugatan pemohon dengan mengakomodir jumlah syarat dukungan dan meminta KPU Lebak membuat Tahapan susulan untuk meneruskan tahapan-tahapan bagi bakal Paslon dari Perseorangan. Selain gugatan sengketa di Panwaslu, juga ada proses gugatan DKPP terkait diduga pelanggaran kode etik, sebagai teradu itu 5 org komisioner dan pengadu/pemohon itu Bakal Paslon Cecep Sumarno dan Didin Saparudin (CSDS).

“Kami berharap KPU dan Panwaslu Lebak bersikap professional dan tegas serta tetap konsisten terhadap konstitusi atau regulasi Pemilu Pilkada” tegas Akhmad Hakiki Hakim mantan Komisioner KPU Kabupaten Lebak yang saat ini sebagai inisiator Komunitas Pendukung/Simpatisan Kolom Kosong atau Bumbung Kosong yang tergabung dalam BAJU KOKO (Barisan Pejuang Kolom Kosong)
Dan kami menegaskan kepada KPU Lebak untuk memaksimalkan sosialisasi ke masyarakat luas terkait sistem dan mekanisme seluruh Tahapan Pilkada ini Jangan sampai ada kelompok yang mencari kesempatan, karena Paslon yang didukung oleh seluruh parpol ini dari incumbent yang sedang berkuasa, ini rentan banyak pelanggaran. Terutama politisasi Anggaran APBD, keterlibatan ASN/PNS, keterlibatan Kepala Desa, ini semua harus diawasi secara maksimal, terutama lembaga pengawasan pemilu (BAWASLU/Panwaslu).

Kami berharap masyarakat atau publik menjaga kondusifitas daerah dan menghormati setiap putusan lembaga penyelenggara Pilkada, semua dugaan pelanggaran sudah ada ranah nya yang menangani.
Adapun kondisi demokrasi yang dinilai mundur dan mati suri ketika seluruh Parpol mengusung hanya satu Paslon.
(usep)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY