Keluarga laka laut di Lebak harapkan pencairan Asuransi yang tak kunjung Cair.

Keluarga laka laut di Lebak harapkan pencairan Asuransi yang tak kunjung Cair.

34 views
0
BERBAGI

Kab. Lebak, RESPEKNEWS.COM – 5 (Lima) bulan yang lalu telah terjadi Laka Laut di pulau Deli hingga mengakibatkan korban jiwa, salah satunya adalah Almarhum sahri (38).

Keluarga korban Almarhum Sahri (38) Anak Buah Kapal (ABK) Penangkap Ikan di lebak pertanyakan dana klaim asuransi nelayan.

Pada hari selasa (23/04/2018), Benah (istri Almarhum Sahri), alamat pasir mantang desa pondok panjang kec. Cihara, Lebak. Dengan penuh isak tangis dirinya menceritakan bagaimana kejadian yang menimpa atas almarhum suaminya 5 bulan yang lalu.

“Almarhum di angkut sama mobil losbak (pick up) bukan dengan ambulance, jadi secara gelap gitu a, udah gitu semuanya tidak bertanggung jawab” tutur Benah dengan penuh haru kepada awak media (03/04/2018).

“Dari bos yang berinisal T (bos nya almarhum) cuma ngasih uang 2,5juta dan untuk biaya ninggal saya jual perahu saya dari hasil kerja suami saya” katanya

Dirinya melanjutkan ceritanya kepada awak media, dirinya mengaku rumahnya sendiri sudah di jual seharga 3,5 juta dan hasil dari jual rumah yang sebesar 500 rb di urus buat asuransi yang di urus, namun nyatanya asuransi hingga saat ini belum cair. Dan bahkan hingga saat ini baik dari pihak UPT maupun Dinas Kelautan tidak ada yang mengunjunginya

“katanya penyebabnya kadaluarsa jadi di blokir…waktu itu saya sudah menyerahkan kartu keluarga dan KTP ke bos T” lanjut Benah

“Harapan saya mudah mudahan asuransi cepat cair karna saya memiliki anak yang harus di sunat.” Kata Benah istri almarhum Sahri.

Sementara itu, di tempat terpisah, Fahmi as-sofa Unit Pelaksana teknis Pembinaan Penangkapan Ikan  (UPT PPI) sebagai penyuluh perikanan dan pendamping asuransi saat di konfirmasi Membenarkan bahwa asuransi sahri itu sudah expired.
Fahmi menjelaskan untuk asuransi nelayan ini merupakan program pemerintah dari kementrian kelautan Dengan subsidi pemerintah atau di biayai pemerintah selama satu tahun dan untuk selanjutnya yaitu biaya tanggung sendiri untuk perpanjangan.
Asuransi yang kuning, untuk asuransi yang sudah hangus agar nelayan segera memperpanjang

“Asuransi Untuk almarhum Sahri sebenarnya sudah expired dengan jatuh tempo pada bulan oktober 2017. Untuk klaim yaitu dengan pihak asuransi Jasindo, kami hanya memfasilitasi untuk membantu atau menjembatani” kata Fahmi

Dirinya berharap untuk kedepan, agar para nelayan yang ke laut yang sudah punya asuransi agar memperpanjang asuransi tersebut.

“Dari kartu yang pertama yang sudah keluar sekitar 1500 yang memperpanjang baru 185, kalau kartu yang biru masa berlakunya sampe 2018” tambah fahmi

Fahmi mengaku kerap menghimbau kepada nelayan agar melakukan perpanjangan asuransi dan membuka gerai-gerai keliling ke tempat pelelangan ikan (TPI) agar para nelayan dapat melakukan perpanjangan asuransi jika sudah masuk masa ekspired. Karena kartu asuransi yang diberikan secara gratis kepada nelayan premi senilai Rp. 175.000 pertahun yang dibayar pemerintah hanya satu tahun saja, dan selanjutnya harus dibayar secara mandiri oleh peserta asuransi.

“Pertama kali kartu asuransi diberikan kepada nelayan secara gratis, premi 175.000 pertahun itu ditanggung pemerintah, selanjutnya ditahun berikutnya peserta asuransi harus membayar sendiri, dan aturannya ada di pihak perusahaan asuransi jasindo” tutupnya
(Zex/Usep)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY