Kesal Perusahaan Langgar Aturan, Warga Kembali Stop Kendaraan Berat Milik PT. Cemindo

Kesal Perusahaan Langgar Aturan, Warga Kembali Stop Kendaraan Berat Milik PT. Cemindo

20 views
0
BERBAGI

Kab. Lebak, (RN) – Sejumlah warga di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, kembali menyetop kendaraan berat milik PT Cemindo Gemilang.

Aksi itu dilakukan warga, karena masih banyak kendaraan berat yang bermuatan lebih dari 8 ton, yang melintas di ruas jalan tersebut.
Padahal, Kementerian Pekerjaan Umum telah mengeluarkan surat larangan penggunaan jalan nasional untuk aktivitas kendaraan milik pabrik semen tersebut.

“Perusahaan sangat kurang ajar, saya heran dengan perusahaan yang katanya perusahaan semen terbesar se Asia Tenggara tapi tidak mau membuat jalan khusus dan masih melanggar aturan,” kata Ucup salah satu warga terdampak.
Ucup pun mengaku kecewa dengan monopoli angkutan kendaraan milik perusahaan semen merah putih, yang sudah merusak dan meluluhlantahkan jalan nasional sejak tahun 2012 silam sampai sekarang, hingga ruas jalan nasional Bayah – Cibareno saat ini 13 kilo meter kondisinya rusak dan memperihatinkan.

“Lihat jalan menuju Bayah sepanjang 13 kilometer kondisinya rusak parah, tapi perusahaan malah monopoli ruas jalan yang masih bagus untuk angkutan bahan baku semen dari tambang quary 2 ke quary 1,” ungkapnya. Warga pun kecewa kepada pihak perusahaan, yang memanfaatkan jalan nasional yang dibangun oleh negara dengan seenaknya.

“Jalan nasional yang dibiayai dari uang rakyat dengan seenaknya mereka pakai oleh angkutan dengan muatan overtonase, jalan menjadi rusak, padahal warga sudah lapor ke Menteri PUPR dan sudah menuntut perusahaan untuk membuat jalan khusus. Tapi sampai saat ini perusahaan seperti yang kebal hukum,” pungkasnya.
Warga pun kecewa kepada pihak perusahaan, yang memanfaatkan jalan nasional yang dibangun oleh negara dengan seenaknya.

“Jalan nasional yang dibiayai dari uang rakyat dengan seenaknya mereka pakai oleh angkutan dengan muatan overtonase, jalan menjadi rusak, padahal warga sudah lapor ke Menteri PUPR dan sudah menuntut perusahaan untuk membuat jalan khusus. Tapi sampai saat ini perusahaan seperti yang kebal hukum,” pungkasnya. (andi)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY