12 Pasien Keracunan Obat, Dokter ini Gadungan Di Bekuk Polisi Di Jiput...

12 Pasien Keracunan Obat, Dokter ini Gadungan Di Bekuk Polisi Di Jiput Pandeglang

91 views
0
BERBAGI

Pandeglang, (RN) – Mengaku Dokter Warga Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang terpaksa diamankan aparat kepolisian Polres Pandeglang. R (50) mengaku sebagai dokter atau mantri yang diduga menjadi penyebab 12 orang pasien keracunan setelah mengkonsumsi obat yang diberikan R.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengaku telah menerima laporan dari warga adanya 12 warga keracunan pasca berobat kepada R. Setelah dilakukan penyelidikan Polres Pandeglang menemukan 10 jenis obat keras dari terduga R, yang harus didapat menggunakan resep dokter.

Pelaku R sendiri ditangkap di kediamannya di Jiput usai melakukan pengobatan terhadap warga Kampung Kadukendi, Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes setelah adanya pengaduan warga keracunan pasca berobat.

“R ini berpraktik mengaku sebagai dokter/mantri. Dari hasil introgasi kami R ini hanya lulusan SMP, tapi ia belajar pengobatan dari temennya di Jakarta,” kata Indra, Selasa (2/1/2018).

Menurut Kapolres, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pandeglang, bahwa terduga tidak pernah mengajukan izin untuk membuka praktik pengobatan.

“R ini tidak membuka praktik, dia hanya berkeliling setelah menerima telpon dari pasiennya,” ujarnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Oka Nurmulia Hayatma mengaku masih melakukan pemeriksaan intensif kepada terduga R.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan apakah bersalah atau tidak,” ucapnya.

Pelaku R sendiri membenarkan tidak memiliki ijin pengobatan dari Dinkes maupun PPNI Pandeglang, ia mengaku mendapat obat tersebut dari apotek tanpa resep dari dokter.

“Hampir 5 tahun saya dijuluki dokter/mantri oleh warga jiput dan melakukan pengobatan atas panggilan warga di pandeglang, dan dulu saya pernah menjadi asisten dokter di Jakarta,” tuturnya. (usp/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY