Dari 23 Korban Keracunan Obat Ulah Dokter Gadungan Asal Jiput, Satu Diantaranya...

Dari 23 Korban Keracunan Obat Ulah Dokter Gadungan Asal Jiput, Satu Diantaranya Tewas

15 views
0
BERBAGI

Kab. Pandeglang, (RN) – Kepolisian Resort Pandeglang menetapkan Dokter gadungan berinisial R (50) Warga Kecamtan Jiput sebagai tersangka atas kasus praktek medis ilegal yang menyebabkan 23 orang warga Kampung Kadukendi, Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes keracunan pasca berobat, dari 23 Korban diantaranya satu meninggal dunia.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan intensif, pihaknya menyatakan tersangka terbukti melakukan tindakan yang masuk kategori pidana. Keterangan dari 14 saksi yang diperiksa juga memberatkan tersangka sehingga saat ini, Polres telah melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Lelaki R yang diduga sebagai tenaga ahli medis tanpa izin, telah kami tetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka berdasarkan perbuatannya yang masuk kategori pidana,” kata Kapolres, Kamis (4/1/2018).

Kapolres menjelaskan, penetapan tersangka menggunakan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan akumulasi hukuman pidana maksimal 20 tahun. Menurut Kapolres, jika hasil autopsi korban yang meninggal terbukti disebabkan keracunan obat, maka hukuman terhadap tersangka berpotensi kembali diberatkan.

“Ancaman hukuman dari Undang-undang Praktik Kedokteran 5 tahun, sedangkan Undang-undang Kesehatan 15 tahun. Hasil otopsi, kami belum dapat kepastian karena perlu dilakukan pemeriksaan secara Toksikologi dari hati, jantung, maupun otak. Jika hasil otopsi mengarah pada hasil tindakan korban, maka tentu ada pasal tambahan yang menyebabkan kematian, artinya bisa kembali memberatkan yang bersangkutan,” tuturnya.

Kapolres mengungkapkan, akibat perbuatan tersangka, pihaknya mencatat ada 23 orang yang menjadi korban. Namun Polisi akan terus mendalami kasus tersebut dengan memantau orang-orang yang pernah berobat ke yang bersangkutan.

Dari tangan tersangka R polisi berhasil menyita barang bukti berupa sejumlah peralatan kesehatan seperti alat pengukur tensi, alat pijak elektrik, stetoskop, dan beberapa obat keras.

“Kepolisian juga akan melakukan penyelidikan ke apotek-apotek yang menjual obat keras kepada tersangka tanpa resep dokter,” terangnya. (usep/Job/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY