Dinamika PILKADES Di Desa Cijakan Kabupaten Pandeglang

Dinamika PILKADES Di Desa Cijakan Kabupaten Pandeglang

48 views
0
BERBAGI

Kab. Pandeglang, (RN) – Pilkades serentak di kabupaten pandeglang telah di laksanakan pada tanggal 05 November 2017, di kecamatan bojong ada 5 Desa yang melaksanakan Pilkades, yakni Desa Cijakan, Bojong, Geredug, Mekarsari, dan Manggung jaya. Yang menjadi perhatian adalah Desa Cijakan, bukan saja oleh masyarakat desa cijakan tapi para stakeholder kecamatan bojongpun turun gunung dan memberikan perhatian khusus, entah apa alasan para stakeholder kecamatan bojong ikut turun, dalam hal ini adalah camat bojong yang selalu intens mengawal Pilkades di Desa Cijakan, beda dengan desa lain yang ada di kecamatan bojong yang seakan dibiarkan berjalan dengan semestinya.

Pilkades Desa Cijakan sudah selesai di laksanakan tapi euforia bagi pemenang sampai sekarang masih terasa tapi ketidak adilan bagi yang kalah sampai sekarang masih menjadi perbincangan di masyarakat, di warung kopi dan di tempat-tempat nongkrong diskusi yang di perbincangkan masih seputar pasca PIlkades, Pertanyaannya, apa yang menyebabkan PIlkades Desa Cijakan seakan tak kunjung selesai?
Ketidak adilan bagi yang kalah memang masih menjadi pertanyaan. Menurut ilyas, salasatu calon yang tersingkir mereka bersatu untuk mencari keadilan, Dengan mengadu pada DPRD Pandeglang lalu membuat laporan ke DPMPD, menggugat Ke Kejaksaan dan juga Polres.

Mereka menduga ada sejumlah indikasi kecurangan, dari mulai jumlah DPT yang tak sesuai, lalu orang luar Desa Cijakan yang menerima surat panggilan pemilih dan kasus Ijazah palsu. Yang menjadi kasus ini seksi adalah tentang indikasi Ijazah palsu, Dengan di buktikan tidak adanya nama calon kades yang menang di sekolah tersebut, di daerah Tangerang, ini di telusuri langsung oleh para calon yang gagal dan di dampingi perwakilan masyarakat,” Terang Ilyas.

Apa sebenarnya yang terjadi di Pilkades Desa Cijakan? Bagaimana mungkin calon kepala desa bisa lolos administrasi dengan menggunakan Ijazah palsu, 4 orang calon kades yang gugur menduga ada kecurangan yang terstruktur dan sistematis oleh panitia Pilkades dan di bek`ap camat bojong, sehingga calon kades yang menang bisa lolos persyaratan administrasi. Dan melenggang ke kursi orang No 1 di Desa Cijakan.

Meskipun gugatan masih berlanjut di kejaksaan tapi sesuai dengan Perbup No 29 Tahun 2017 gugatan itu tidak akan mengganggu pelantikan Kepala Desa terpilih, empat orang calon kades yang gagal dan masyarakat Desa Cijakan masih menunggu kejelasan dan berharap kepada kejaksaan gugatan itu bisa dikabulkan, tapi masyarakat pesimistis gugatan itu bisa dikabulkan dengan adanya pernyataan dari pihak kejaksaan bahwa harus ada uang sengketa agar gugatan ini bisa diteruskan ketahap penyidikan.

Lantas muncul pertanyannya, bukankah penegak hukum harus dan wajib menindaklanjuti laporan dari siapapaun tanpa harus diberi imbalan agar laporan itu bisa tidaklanjuti? Ini pertanyaan besar bagi masyarakat dan menjadi bahan evalusi bagi akademisi untuk mencetak penegak hukum yang profesional dan bisa dipercaya. (red)

Penulis : Cecep Spartacus

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY