Disepakati RP. 55.000, Ini Tarif Bus Labuan – Kalideres selama Lebaran

Disepakati RP. 55.000, Ini Tarif Bus Labuan – Kalideres selama Lebaran

355 views
0
BERBAGI

Respeknews.com. Pandeglang – Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang mengundang Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Perusahaan Otobus, Organda Provinsi Banten dan Dinas terkait lain untuk menyepakati tarif bus selama H-7 dan H-7 lebaran jurusan Labuan – Kalideres sebesar Rp55.000 per orang, Kamis (15/6/2017).

Kepala Dinas Perhubungan Pandeglang, Tata Nanjar Riadi mengatakan, hasil kesepakatan muysawarah yang dilakukan di kantornya menyepakati bersama tarif Bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) sama seperti tahun lalu. Namun untuk angkutan jenis elf, Dishub belum menetapkan tarif selama mudik lebaran.

“Sama aja dengan tahun kemaren karena kebetulan tahun ini tidak ada kenaikan BBM, kebijakan hasil musyawarah menyampaikan hasilnya Rp 55.000,” kata Tata usai musyawarah tarif.

Untuk mengantisipasi masih adanya oknum nakal yang meminta ongkos lebih kepada penumpang, Dishub yang dibantu dari pihak Kepolisian dan Satpol PP akan melakukan razia tarif di terminal-terminal. Jika masih ditemukan ada oknum yang meminta tarif di luar tarif yang telah disepakati, Dishub menyarankan untuk mencatat nomor polisi serta nomor badan bus dan memfotonya lalu melaporkan kepada pihak Dishub.

“Pengaduannya ke kita aja (Dishub) yang penting catat nomor kendaraanya kalau bisa jangan nomor seri nomor badan kan ada tuh dipinggir. Kalau plat nomor bisa dituker, kita akan sampaikan kepada mereka (perusahaan) nih bus ini nakal kita rekomendasikan berhentikan aja udah,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Organda Banten, Mustakhfirin menyampaikan, alasan adanya kenaikan tarif bus setiap tahunnya lebih karena jumlah penumpang yang tidak sama. Artinya pada arus mudik sopir bus kebanyakan hanya mengangkut penumpang dari Kalideres menuju Labuan. Sedangkan dari Labuan menuju Kalideres kosong penumpang.

Organda mengusulkan kepada kepala terminal untuk melakukan pengawasan secara ketat kepada setiap bus yang masuk terminal. “Kalau diberangkatkan ada label tarif kondekturnya masih menaikan sepihak Organda akan minta kepada perusahaan agar diberhentikan karyawan tersebut,” tegasnya. (Us/job/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY