Pemkab Pandeglang Akan Bentuk Intelejent Tingkat Kecamatan

Pemkab Pandeglang Akan Bentuk Intelejent Tingkat Kecamatan

61 views
0
BERBAGI

R|NEWS. Pandeglang | Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, ada rencana pembentukan intelijen di tingkat kecamatan,” pasalnya wacana itu dimunculkan karena pelaku teroris kerap berasal dari lingkungan yang masyarakatnya apatis. Maka nantinya Kominda tingkat kecamatan, akan aktif turun ke masyarakat untuk bersilaturahmi termasuk melakukan pendekatan terhadap tokoh agama.

Pemkab Pandeglang berencana menyisihkan anggaran belanjanya pada tahun 2018 untuk pembentukan Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) dimasing-masing kecamatan. Wacana ini muncul menyusul tertangkapnya dua orang terduga teroris didua lokasi berbeda di Pandeglang dalam satu hari kemarin, Rabu (21/06/2017) kemarin.

Penangkapan kedua terduga itu adalah yang kesekian kalinya dalam 4 bulan terakhir. Karena tercatat, pada pertengahan Maret lalu, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror juga membekuk 2 terduga teroris di Kecamatan Pagelaran dan Labuan.

“Kami akan anggarkan di 2018 ini untuk ada komunitas Kominda ditingkat kecamatan juga. Sehingga terintegrasi dengan Muspika-muspika di kecamatan dan terus bergerak sama dengan di Kabupaten. Maka perlu ada operasional kecil untuk mereka,” ujarnya, Kamis (22/07/2017).

Karena menurut Irna, kasus terorisme layaknya bom waktu yang bisa kapan saja terjadi jika tanpa adanya peran dari seluruh elemen untuk meredam pergerakan setiap pelaku. Mengingat mereka seringkali mencari peluang dilokasi yang lingkungan masyarakatnya tidak peduli.

“Ini seperti bom waktu, pecah disana muncul disini mencari peluang yang dianggap aman. Teroris ini juga bahaya laten, kemungkinan besar kami pendekatan lagi ketingkat bawah sehingga tidak menjadi hal-hal yang seperti ini,” sambung bupati.

Lebih dari itu, Irna pun mengaku akan mengaktifkan kampung siaga. Hal ini difungsikan untuk mengawasi pergerakan setiap pendatang. Para Ketua Rukun Tetangga (RT) diminta lebih pro aktif dalam mengawasi lingkungannya dengan mewajibkan tamu untuk melapor. Dengan demikian, sejak tingkat RT sudah dilakukan upaya preventif untuk mengidentifikasi tamu-tamu yang dianggap berbahaya.

“Kami akan buat siaga kampung untuk bisa mengawasi orang perorang yang ada di kampungnya. Tamu-tamu baru lapor 1×24 jam. Rt dan Rw-nya harus bergerak, tidak boleh sembarangan siapapun harus lapor. Sehingga bisa melakukan upaya preventif,” jelas mantan anggota DPR RI itu.

Tidak hanya itu, Irna pun berharap pada perannya nanti, Kominda tingkat kecamatan juga bisa menjadi wadah yang dapat memberi pemahaman akan pentingnya kerukunan dan menjaga toleransi. Soalnya bupati wanita pertama di Pandeglang itu menilai, selama ini kasus intoleransi bisa memicu intrik-intrik kecil menjadi besar, yang berpotensi memecah belah

,” tandasnya. (Us/J/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY