Aneh! Korupsi Proyek Puskesmas Rp4,5 M, Sekretaris Dinsos Hanya Dituntut 16 Bulan...

Aneh! Korupsi Proyek Puskesmas Rp4,5 M, Sekretaris Dinsos Hanya Dituntut 16 Bulan Penjara

39 views
0
BERBAGI

Kab. Serang – Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Toto Soegianto dituntut pidana penjara selama 16 bulan. Dia dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi terhadap proyek gedung Puskemas Pamarayan tahun 2015 senilai Rp4,5 miliar.

“Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap Toto Soegianto dengan pidana penjara selama satu tahun dan empat bulan dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan,” ujar JPU Kejari Seran A.R. Kartono saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Serang, Senin (9/4/2018) kemarin.

Selain pidana penjara, JPU juga mengganjar denda sebesar Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Perbuatan terdakwa dinilai JPU telah terbukti secara sah dan meyakinkan dakwaan subsider, melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sementara untuk dua terdakwa lainnya yakni Direktur PT Indah Utama Jaya Mandiri (IUJM), Tiur Mona Marpaung dan pelaksana pekerjaan Irwan Mulyana dituntut pidana yang sama. Namun keduanya diganjar pidana tambahan berupa uang pengganti atau kerugian negara yang diakibatkan dalam proyek tersebut.

“Pidana tambahan berupa uang pengganti Rp30 juta (terhadap Tiur Mona Marpaung). Apabila uang pengganti tidak dibayar setelah uang pengganti tidak dibayar setelah satu bulan putusan berkekuatan hukum tetap maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun,” kata Kartono dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yusriansyah.

Sedangkan untuk Irwan diganjar uang pengganti Rp190 juta lebih subsider 1 tahun penjara. Menanggapi tuntutan tersebut, ketiga terdakwa mengajukan pembelaan. Rencananya sidang akan kembali Senin 23 Maret 2018 dengan agenda pembelaan.

dikutip dari BantenNews, kasus dugaan korupsi ini bermula saat PT IUJM ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek gedung Puskesmas Pamarayan tertanggal 12 Juni 2015. PT IUJM menyisihkan 82 perusahaan pendaftar dengan nilai penawaran sebesar Rp3,980 miliar. Selanjutnya, setelah pengumuman pemenang lelang tersebut terdakwa Toto yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinkes Kabupaten Serang juga selaku PPK menerbitkan surat penunjukan penyedia barang dan jasa (SPPBJ) dengan Nomor: 900/2710/PK.01/SPPJ/PPK-Dinkes/2015 tanggal 29 Juni 2015.

Setelah menjadi pemenang lelang, Tiur lalu membuat kuasa direktur tentang perjanjian kerjasama dengan Irwan. Pada pelaksanaan pekerjaan gedung tersebut diketahui terdapat keterlambatan pekerjaan. Sebab, sesuai dengan surat perintah mulai kerja (SPMK) pelaksanaan pekerjaan rampung di kalender 170 hari kerja. Irwan lalu meminta perpanjangan waktu pekerjaan kepada terdakwa Toto. Permintaan tersebut oleh terdakwa disetujui melalui surat addendum.

Meski telah dilakukan penambahan waktu pekerjaan, proyek tersebut tetap tidak rampung. Berdasarkan laporan konsultan pengawas progres pekerjaan baru mencapai 98,404 persen. PT IUJM pun didenda Rp199 juta. Meski pekerjaan belum selesai 100 persen PT IUJM tetap membuat laporan yang menyatakan pekerjaan telah 100 persen yang ditandatangani oleh Irwan selaku pelaksana lapangan.

Pekerjaan PT IUJM tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan kuantitas dan kualitas oleh ahli teknis dari Politeknik Negeri Bandung. Hasilnya  terdapat temuan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp260.008.943. (Bn/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY