Ditagih Pemilik Lahan Jambatan Ciasem, DPUPR Banten Tutup Mulut

Ditagih Pemilik Lahan Jambatan Ciasem, DPUPR Banten Tutup Mulut

47 views
0
BERBAGI

KAB. SERANG – Warga pemilik lahan terpaksa menyegel jembatan yang terletak di Jalan Raya Petir, Warunggunung, tepatnya di Kampung Ciasem, Desa Sindang Sari,.Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, karena belum adanya pembayaran ganti kerugian lahan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten.

“Dulu saya dijanjikan oleh Dinas PUPR Banten dan pemborong bernama pak Ari, akan membayar ganti rugi lahan saya yang terkena pembangunan jembatan ini.Namun,sudah setahun berjalan tidak ada tanda tanda tanah saya akan dibayar,” ungkap Aang Kolyubi, pemilik lahan warga Kampung Wadas Wetan, RT 009/03, Desa Mekar Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang kepada wartawan saat menemuinya di lokasi jambatan, Jumat (27/4).

Aang mengaku,.dirinya diiming imingi oleh PUPR Banten, bahwa tanahnya akan dibayar sebelum pembangunan jembatan tersebut rampung. ”Saya tidak minta yang muluk muluk, cukup ganti rugi tanah saya sesuai dengan harga pasaran,” cetusnya.  ‘

Sebagai pemilik tanah, dia meminta kepada Gubernur Banten Wahidin Halim untuk turun ke lapangan dan membayar ganti rugi lahan di Kampung Ciasem yang dibangun perluasan jembatan di atas lahan mereka. “Sebagai warga, kami sudah cukup bersabar menunggu itikad baik dari Pempov Banten untuk membayar, tapi sampai sekarang belum juga dibayar sehingga kami terpaksa menyegel jembatan ini,” tegasnya.

Padahal menurut Aang, seharusnya jika merujuk kepada UU Nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, pemilik tanah wajib melepaskan tanahnya pada saat pelaksanaan pengadaan tanah, setelah memberikan ganti kerugian. ”Silahkan kalau mau menggunakan tim appraisal untuk menilai harga tanah saya,” imbuhnya.

Pemantauan dilapangan, penyegelan jembatan yang ditinggal kabur oleh pemborong itu diwarnai aksi pemasangan spanduk di depan dan samping jembatan dengan tulisan “Ma’af Gubernur dan wakil Gubernur Banten JEMBATAN CIASEM INI KAMI SITA (Ruas jalan Petir-Warungggunung).” Penyegelan ini  dengan tujuan  supaya pemerintah daerah dapat menepati janjinya,” kata Aang.

Ketika disinggung penyegelan itu dapat mengganggu penyelesaian pembangunan jembatan yang menjadi akses dari Kabupaten Serang ke Kabupaten Lebak itu. Aang mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali selalu dijanjikan akan dibayar oleh Dinas PUPR Banten dan pemborong,namun hinga kini tidak pernah terealisasi. “Kami sudah terlalu lama menunggu dan sampai sekarang janji pembayaran belum juga terealisasi. Maka, kami memutuskan untuk menyegel jembatan itu,” katanya.

Sekretaris DPUPR Banten, Roby Cahyadi ketika dikonfirmasi terkait penyegelan jembatan Ciasem oleh pemilik lahan ini tidak bersedia memberikan klarfikasi. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon dengan nada sambung aktif,.namun tidak merespon. (Mg/Red)    

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY