Kasus Ijazah Palsu Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi Partai Hanura Lolos dari...

Kasus Ijazah Palsu Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi Partai Hanura Lolos dari Penjara

25 views
0
BERBAGI

Kab. Serang – Anggota DPRD Kabupaten Serang Abdullah kembali lolos dari bilik jeruji besi. Pengadilan Tinggi (PT) Banten yang mengadili perkara banding kasus ijazah palsu paket C milik Abdullah hanya menguatkan isi putusan Pengadilan Negeri (PN) Serang yang menjatuhkan vonis pidana penjara selama satu tahun percobaan.

“Putusannya sudah kami terima beberapa hari yang lalu. Isi putusannya menguatkan putusan dari pengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri (PN) Serang),” ujar Panitera Muda (Panmud) Pidana PN Serang, Fery Ardiansya, Selasa (10/4/2018).

dilansir BantenNews Pada sidang yang digelar di PN Serang, Senin (4/12/2017) Abdullah divonis bersalah oleh majelis hakim. Dia dianggap telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan JPU Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang Pemalsuan Surat.

Hakim PN Serang yang diketuai oleh Sumantono menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun terhadap Abdullah. Meski terbukti bersalah, Abdullah tidak menjalani masa tahanan di penjara karena hakim menjatuhkan hukuman percobaan selama satu tahun. Artinya, selama satu tahun pasca putusan berkekuatan hukum tetap Abdullah harus bebas dari tindak pidana bila tidak ingin dieksekusi jaksa ke penjara.

Putusan percobaan terhadap Abdullah tersebut dinilai JPU tidak sesuai dengan rasa keadilan. JPU kemudian mengambil langkah banding ke PT Banten. Sebab, putusan pidana percobaan satu tahun terhadap Abdullah dinilai tidak memenuhi rasa keadilan. “Pihak penuntut umum mengajukan banding pada perkara tersebut,” kata Fery.

Kasus ijazah palsu milik Abdullah ini sendiri bermula saat dia dinyatakan tidak lulus ujian paket C dari sekolah pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Asy Sukriyah. Abdullah lalu bertemu rekannya bernama Dadi (buron) yang menjanjikannya mampu memberikan ijazah paket C tanpa harus ikut ujian. Untuk menerbitkan ijazah palsu tersebut Dadi meminta mahar sebesar Rp4,5 juta.

Syarat yang diajukan Dadi tersebut oleh Abdullah disetujui. Beberapa hari pasca pertemuan tersebut, Dadi memberikan ijazah paket C dengan Nomor: 01PC010089 tanggal 21 Juli 2012 kepada Abdullah. Berdasarkan nomornya, ijazah berikut foto kopi yang dilegalisir tersebut dikeluarkan oleh Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta pusat.

Ijazah paket C yang tidak pernah dikeluarkan Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat oleh Abdullah kemudian diserahkan ke Sekretariat Partai Hanura sebagai persyaratan pencalonan anggota DPRD Kabupaten Serang. Selanjutnya, pihak sektariat Partai Hanura yang menerima berkas pencalonan Abdullah tersebut menyerahkannya kepada kantor KPU Daerah Kabupaten Serang, pada April 2014 lalu di Jalan Kitapa, Nomor 33, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan/Kota Serang.

Lolos verifikasi KPU, Abdullah diikutsertakan dalam calon anggota DPRD Kabupaten Serang dari dapil 1 dan dinyatakan sebagai lolos sebagai anggota DPRD karena memperoleh suara terbanyak. Sekira bulan November 2014 Abdullah dilantik  oleh gubernur Banten menjadi anggota DPRD Kabupaten Serang.

Penggunaan ijazah palsu oleh Abdullah tersebut dilaporkan oleh koleganya sesama dari Partai Hanura, Ahmad Soleh ke Subdit III Ditreskrimum Polda Banten. Abdullah pun diproses hukum hingga diadili di pengadilan. “Putusan tersebut telah kami tembuskan kepada kedua belah pihak. Kedua belah pihak diberi tahu 14 hari setelah pemberitahuan apakah menerima atau mengajukan kasasi (ke Mahkamah Agung),” kata Fery.

Pengacara Abdullah, Mersi mengatakan belum menerima putusan banding tersebut. Meski demikian ia mengaku bersyukur dengan putusan banding tersebut. “Belum terima (putusan banding), mungkin langsung ke Pak Abdullah. Nanti saya konfirmasi ke pidana (Panmud Pidana),” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Serang M. Maelan belum bisa dikonfirmasi terkait putusan banding tersebut. Panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirim Kabar Banten ke nomor telepon selulernya tidak mendapat respon meski dalam kondisi aktif. (Bn/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY