Lama Rusak, SDN BUGEL Pamarayan Dibangun Hasil Dana CSR

Lama Rusak, SDN BUGEL Pamarayan Dibangun Hasil Dana CSR

43 views
0
BERBAGI

Kab. Serang, RN  – Setelah lama dalam kondisi rusak, SDN Bugel yang berlokasi di Desa Pasirlimus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang akhirnya dibangun. Pembangunan sendiri bersumber dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) Bank BJB Serang senilai Rp465 juta dan dari PT. Paragon Jakarta yang diserahkan melalui Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Banten senilai Rp113 juta.

Bupati Serang,‎ Tatu Chasanah mengatakan, bantuan dana CSR tersebut antara lain diperuntukkan untuk membangun baru tiga ruang kelas, satu gudang dan merehab empat ruang kelas. Pembangunan sendiri melibatkan Kodim 0602 Serang.

“SDN Bugel ini terlambat kita menangani, karena dari Dinas Pendidikan (Dindikbud) salah masuk‎ yang diperbaikinya dulu (salah memasukan skala prioritas-red), mungkin yang lain masih bisa bertahan (diperbaiki-red), tapi ini (SDN Bugel) kelewat. Tapi alhamdulillah ada bantuan CSR,” kata Tatu.

Tatu menyebut, jumlah sekolah rusak berdasarkan laporan dari Dindikbud Kabupaten Serang sekarang ini ada sekitar 6000 ruang kelas. Namun ia meminta agar ruang kelas rusak ini ada urutan skala prioritas, sehingga kondisinya membahayakan anak-anak.

“Dengan jumlah kerusakan yang begitu besar, gak bisa lari cepat, perbaikan dari APBD kita tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak, terbatas,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia selain mengandalkan dana CSR dan APBD Kabupaten Serang pihaknya mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat.”Kita ke pusat (meminta bantuan3ed) dari Dana Alokasi Khusus (DAK), kemudian dari Kementrian yang kemarin dipertengahan 2017 kita juga mendapatkan hampir Rp10 miliar untuk 102 ruang dan 2018 nanti insya allah kita mendapatkan DAK untuk rehab 97 ruang, ini tentunya sangat membantu,” katanya.

Dandim 0602 Serang, Letkol Czi Harry Praptomo menargetkan pembangunan SDN Bugel selesai dalam waktu tiga bulan, sejak dimulai pada awal September ini.”Kita pakai anggota kita dari kodim sebanyak 10 orang dan dari teknis sebanyak 10 orang yang dibantu oleh masyarakat setempat,” katanya.

Kepala Sekolah SDN Bugel, Muhamad Rais mengatakan, selama ruang kelas dibangun, proses belajar mengajar para siswa dilakukan secera bergilir.‎ Ia mengaku sangat senang dengan dibangunnya sekolah tersebut.”Kelas satu belajar dari pagi sempai jam 10, setelah itu langsung di ganti oleh kelas dua sampai jam 13.00 wib. Saya selaku kepala sekolah, teman-teman dan anak merasa senang,” katanya. (man)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY