Proyek Ilegal Tak Ijin Lintasan Buat Resah Warga Cijeruk, Ratusan Roda Dua...

Proyek Ilegal Tak Ijin Lintasan Buat Resah Warga Cijeruk, Ratusan Roda Dua Terjebak Macet

198 views
0
BERBAGI

Respeknews.com. Serang – Banyaknya proyek ilegal yang membuat resah warga di wilayah Kecamatan Kibin  Serang Timur semakin marak. proyek ini sering terjadi, tanpa adanya pemberitahuan ijin lintasan alat berat dan truk bermuatan matrial pada desa setempat atau pihak kepolisian.

Kali ini Proyek terjadi di Kampung Garung Desa Cijeruk. Dengan adanya proyek pengurugan tersebut Warga resah, masalahnya truk tronton yang mengangkut tanah matrial tanpa adanya batasan waktu melintasi jalur titik pintu gerbang jalur Puma PT. Nikomas Gemilang yang mengakibatkan kemacetan. truk truk besar inilah yang dianggap meresahkan warga sekitar yang membuat jalan tambak pamarayan macet hingga berjam jam.

Dari pantauan Relawan Sosial Pencegahan Kriminalitas Banten (Respek Banten) Syahroni,’ kemacetan terjadi pada pukul 15.30.wib sampai pukul 17. 45.wib yang diakibatkan oleh Truk tronton pengangkut Matrial yang melintasi titik gerbang pintu Pabrik Nikomas sehingga ratusan kendaraan roda dua  terjebak macet tidak jalan sama sekali, ratusan roda dua milik karyawan nikomas dan warga sekitar terjebak berhadapan dengan truk pengangkut matrial. Selasa (6/6/2017)

Erwin (30th) selaku warga setempat mengaku adanya proyek tersebut membuat warga resah dengan adanya truk tronton yang memaksa masuk diwaktu saat karyawan keluar pabrik pukul 15.00.wib dan pukul 17.00.wib, selain itu pun truk bermuatan matrial tanah berserakan keluar dari bak truk  di badan jalan.

Selain mengakibatkan kemacetan, truk pengangkut matrial tanahpun berserakan membuat warga resah, kalau terkena air hujan jalan tersebut licin dan membahayakan si pengguna jalan,’ tutur Erwin.

Dijelaskan oleh Saeful selaku Kepala Desa Cijeruk dirinya mengetahui akan ada proyek pengurugan sebidang tanah di kampung Garung, ya proyek tersebut milik Dedi pengusaha alat berat Putra Tambak, kami tau dari Yunus Kepala Desa Ciagel, tetapi kapan dimulainya kami tidak tahu. Kalau tau akan kami buatkan jadwal lintasan agar truk/kendaraan berat lainnya bisa melintasi jalur pintu Puma nikomas di luar jam keluar kerja.

Kalau si pemilik proyek tanpa adanya kordinasi atau ijin lintasan pada desa setempat, pasti mobilisasi matrial akan mewujudkan polemik pada warga sekitar, karna ruas jalan tambak pamarayan berbadan sempit hanya 6 meter, kalau si pemilik proyek tidak tahu jadwal keluar karyawan nikomas pasti akan menimbulkan kemacetan seperti siang tadi,’ ucap Saeful.(J/Red)

 

 

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY