Siswi SDN Sadah Masih Trauma Pasca Bertemu Bupati Serang, LPA Banten...

Siswi SDN Sadah Masih Trauma Pasca Bertemu Bupati Serang, LPA Banten Ajak Bermain

110 views
0
BERBAGI

Kab. Serang, (RN)  – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, datangi rumah kediaman salah satu murid SD Sadah Devi Marsha, di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (5/12/2017).

Kedatangan LPA Banten, lantaran ingin melihat kondisi Devi yang sebelumnya dicecar pertanyaan soal sekolah bekas kandang kerbau oleh Bupati Serang Ratu Tatu Casanah, di Pendopo Bupati Serang.

Ketua LPA Kabupaten Serang Titin Kholawiyah mengatakan, kondisi Devi Marsha setelah melakukan pertemuan dengan Bupati Serang mengalami rasa takut dan shok untuk bertemu dengan orang-orang.

“Devi tadi sebetulnya tidak mau ditemui karena takut, shock takut ketemu orang. Tadi kita dari perlindungan anak mau bermain bersama, akhirnya mau bertemu dan kita bercerita tentang LPA bagaimana anak-anak Indonesia dan bagaimana cerita Nabi Musa,” kata Titin ditemui usai berkunjung ke rumah Devi.

Titin menjelaskan, saat berkomunikasi dengan Devi, ternyata murid tersebut merupakan salah satu yang berprestasi di sekolahnya dan memiliki cita-cita ingin menjadi dokter dan senang membaca dongeng.

“Memang awalnya agak takut, dia enggak mau ketemu orang. Setelah kita ajak bicara banyak hal, terus saya juga tanya apa bacaan yang disukai Devi, baru terbuka, pengen jadi dokter anak, dia suka baca tokoh islam terutama nabi,” ungkapnya.

LPA sendiri menyarankan, untuk saat ini Devi jangan dulu bertemu dengan orang-orang kecuali diajak untuk bermain, pasalnya masih dalam kondisi rasa takut.

“Sebaiknya jangan dulu bertemu banyak orang, karena kan masih takut. Makanya kita ke depannya mau mengajaknya untuk bermain, kita akan agendakan bermain bersama sekolah SD Sadah nanti, seperti membaca buku-buku dongeng dan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, ketua LPA Banten Uut Lutfi mengatakan, rasa ketakutan yang dialami Devi Marsha karena baru menerima hal baru, seperti bertemunya dengan orang nomor satu di Kabupaten Serang, hal ini mungkin membuatnya shock.

“Ya kalau tadi kami menemui langsung anak tersebut memang masih ada shcok, belum mau menerima kehadiran orang lain. Mungkin hari ini pemberitaan atau informasi yang ada mereka dengar dan bertemu bupati dan dimintai mungkin keterangan. Saya kira suatu hal baru bagi anak-anak sehingga ini juga menjadikan anak-anak bisa dikategorikan hanya schok saja,” pungkasnya. (Job/red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY