Tampik SDN Sadah Ciruas Bekas Kandang Kerbau, Bupati Serang Cecar Siswa SD...

Tampik SDN Sadah Ciruas Bekas Kandang Kerbau, Bupati Serang Cecar Siswa SD Pembuat Surat Untuk Gubernur

107 views
0
BERBAGI

Kab. Serang,  (RN) – Terkait Kondisi SDN Sadah Kecamatan Ciruas yang rusak Bupati Serang Tatu Chasanah hari ini mengumpulkan para pemangku kepentingan pendidikan di Pendopo Bupati Serang. Hadir dalam pertemuan ini Kepala Bappeda Kabupaten Serang Anang Mulyana, Kepala Dindikbud Asep Nugraha, perwakilan sekolah dan warga Sadah, serta Devi Marsya, salah satu murid SD Sadah yang membacakan surat kecil untuk Gubernur Banten.

Diketahui, Devi adalah sempat membuat surat melalui video yang ditujukan kepada Gubernur Banten. Dalam video yang viral tersebut Devi meminta agar sekolahnya segera dibangun karena yang kondisinya sangat tidak layak. Devi juga di media menyebutkan bahwa sekolahnya bekas kandang kerbau sehingga bau.

Untuk mengklarifikasi informasi yang tersebut, Bupati mencecar sejumlah pertanyaan kepada Devi.

“Adek (Devi-red) yang menulis surat? Ditulis sendiri?” tanya Bupati yang langsung diiyakan oleh Devi.
“Itu benar sekolahnya bekas kandang kerbau? Bau?” Lanjut Bupati. Dengan suara perlahan Devi yang didampingi salah satu siswa lainnya mengiyakan kembali.
“Kalau kata siswa itu bekas kandang kerbau ya Ibu (bupati-red) percaya itu. Gak mau dengar omongan omongan kadis atau yang lain,” ujarnya.

Namun pernyataan siswa ini diklarifikasi oleh perwakilan warga. Salah seorang warga menyebutkan bahwa bangunan sekolah yang dibangun 2015 tersebut bukan bekas kandang kerbau. Warga menyebutkan di lahan yang kini jadi sekolah tersebut dahulunya ditumbuhi pohon bambu dan kerap jadi tempat kerbau beristirahat. Saat gedung SD Sadah yang lama dibongkar, warga bergotong royong secara swadaya membangun sekolah di lahan tempat kerbau tersebut.

“Kalau bekas kandang kerbau itu bukan. Tapi kalau tempat kerbau saat siang hari memang iya,” ujarnya.

Setelah mendapatkan penjelasan warga, Bupati kembali bertanya kepada Devi. Pertanyaannya hampir serupa dengan sebelumnya tentang kondisi sekolah tersebut sebenarnya. Jawaban Devi pun berubah.

“Bau gak? Kalau pengap mungkin iya,” ujar Bupati.

Bupati mengaku prihatin dengan ramainya pemberitaan tentang SD Sadah ini. “Kalau sampai diekspose di tingkat nasional seperti ini mempermalukan kita semua. Bukan hanya saya saja yang dipermalukan,” ungkapnya.

Bupati tak menampik bahwa Pemkab terlambat dalam menangani SD Sadah. “Ya ini lambat. Saya akui. Namun waktu itu saya baru sebagai wakil belum punya kewenangan penuh. Kita salah semua,” ujarnya.

Bupati juga merasa aneh sama sebagian masyarakat setempat yang bilang sekolah itu bekas kandang kerbau. “Maksudnya masyarakat bagaimana saya sih. Kita sudah tanya dinas ternyata tidak ada sekolah bekas kandang kerbau. Sampai anak disuruh bicara di media. Ini hal yang tidak bagus. Ini eksploitasi anak,” ujarnya. (Job/red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY