Tips Aman Berhubungan Intim Setelah Melahirkan

Tips Aman Berhubungan Intim Setelah Melahirkan

68 views
0
BERBAGI

Kesehatan & Tips | Kembali berhubungan intim setelah melahirkan kerap menimbulkan rasa was-was pada sejumlah pasangan. Terutama menentukan waktu yang tepat dan tidak berisiko bagi istri.

Mengutip sejumlah situs dan sumber bidang kedokteran, pasangan suami istri dianjurkan menunggu setelah pendarahan pasca-melahirkan selesai atau sekitar enam minggu setelah bersalin jika ingin kembali berhubungan intim.

Alasannya, dalam masa enam pekan itu, luka di rahim akibat keluarnya plasenta sedang mengalami proses penyembuhan. Jika hubungan intim dilakukan sebelum luka itu sembuh dikhawatirkan istri akan berisiko terkena infeksi.

Namun, hitungan waktu itu tidak mutlak bagi setiap perempuan. Ada juga yang mesti menunggu lebih lama, antara tiga sampai enam bulan tergantung kesiapan istri.

Terutama bagi ibu yang mengalami proses episiotomi (pengguntingan kulit dan otot antara vagina dan anus untuk memperlebar jalan lahir), caesar atau prosedur lainnya saat proses persalinan.

Secara umum, kemudian kebanyakan pasangan sudah aktif melakukan hubungan intim kembali setelah tiga bulan pasca-melahirkan.

Namun, untuk lebih memastikannya, pasangan suami istri dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan mendapatkan persetujuan.

Terutama bagi istri yang melahirkan secara normal atau melalui vagina karena hubungan seks sebelum enam minggu pasca persalinan tidak hanya dapat merusak jahitan vagina yang belum pulih total setelah melahirkan tapi juga rentang terkena infkesi.

Waktu yang tepat

Menyoal waktu yang tepat untuk memulai kembali hubungan intim setelah melahirkan ini, pernah ditelusuri lebih jauh oleh sejumlah ilmuwan dari Universitas Sao Paulo Brazil. Mereka bertanya pada lebih dari 800 ibu baru tentang kebiasaan seksual mereka setelah melahirkan.

Dari laporan penelitian yang kemudian terbit di Journal of Sexual Medicine itu, perempuan rata-rata menunggu dua bulan untuk kembali berhubungan seksual usai melahirkan.

Untuk mengetahui waktu yang tepat ini, ada beberapa hal yang juga patut jadi pertimbangan. Di antaranya kondisi tubuh pasca-persalinan normal, caesar, episiotomi atau prosedur lainnya, serta hormon.

Melahirkan normal

Hubungan intim dengan istri yang melahirkan normal dianjurkan hingga setidaknya enam minggu pasca-melahirkan.

Melahirkan caesar, episiotomi, prosedur lain

Hubungan intim butuh tambahan waktu untuk menunggu proses penyembuhan luka tergantung pada seberapa luas dan posisi dari luka bedah. Oleh karenanya, waktu untuk kembali berhubungan bisa jadi lebih lama, karena wanita yang menjalani prosedur tersebut masih berasa tidak nyaman ketika berhubungan.

Hormon tak stabil

Selain dua prosedur itu, hormon juga patut diperhitungkan. Setelah melahirkan, kondisi hormon pada perempuan belum kembali normal sampai saat ia menstruasi. Sementara, menstruasi mungkin tidak datang selama empat hingga 12 minggu pasca-persalinan. Tak hanya itu, pada ibu yang menyusui secara eksklusif, menstruasi mungkin datang lebih lama.

Persiapan sebelum hubungan intim

Selain kesiapan fisik, kesiapan mental juga tak kalah penting. Pasangan suami istri mesti saling terbuka menyampaikan rasa takut dan kekhawatirannya. Ketidaksiapan mental membuat aktivitas seks menjadi tidak menyenangkan.

Patut diketahui juga bahwa pada ibu menyusui, hormon prolaktinnya akan diproduksi lebih banyak, dan ini menyebabkan turunnya hasrat seksual.

Kondisi itu ditambah lagi dengan depresi akibat melonjaknya hormon estrogen pasca-melahirkan. Depresi juga turut menjadi penyebab hasrat seks menurun drastis.

Pada ibu yang melahrikan dengan proses caesar dan episiotomi, bisa jadi lebih perlu kesiapan. Karena, setelah melahirkan dengan caesar misalnya, dua kali lebih sakit dan lebih lama.

Saat berhubungan intim

Ketika telah menunggu dengan sabar dan sama-sama siap, hubungan intim dapat dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang patut jadi perhatian:

– Ketika sudah tiba saatnya untuk memulai kembali hubungan intim, dianjurkan untuk melakukannya dengan lebih rileks, dan membuang jauh rasa khawatir.

– Mulailah dengan pemanasan dan bercanda serta komunikasi yang baik. Lakukan aktivitas seks tidak terburu-buru. Nikmati tubuh masing-masing tanpa berharap penetrasi penuh.

– Untuk mengurangi risiko luka pada vagina saat terjadi penetrasi, pertimbangkan penggunaan minyak pelumas khusus.

– Pertimbangkan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Langkah ini efektif mengantisipasi ibu yang belum siap hamil lagi untuk sementara waktu.

– Kesiapan menerima perubahan bentuk tubuh. Payudara ibu mungkin terlihat lebih berisi, dan ada kemungkinan bila tiba-tiba ASI keluar begitu saja saat melakukan aktivitas seks. Suami mesti siap juga terhadap perubahan ini. Bila merasa sungkan, ibu bisa menyiasatinya dengan menyusui bayi terlebih dahulu hingga susu terkuras sebelum berhubungan intim.

– Hindari seks oral pada daerah kewanitaan. Ini dilarang karena ketika suami melakukan rangsangan oral pada vagina, udara bisa masuk ke dalam vagina melalui tiupan yang seringkali tidak disengaja. Udara bisa sangat mudah masuk ke pembuluh darah hahim hingga menyebabkan kondisi medis fatal yang disebut emboli udara.

– Jika saat melakukannya ada rasa tidak nyaman, istri mesti terbuka sehingga suami bisa berhenti dan melakukan aktivitas lain seperti mencium dan memeluk. Jika sudah bisa lagi dan siap, hubungan intim bisa dilanjutkan kembali.

– Hal yang paing utama ketika berhubungan intim kembali setelah melahirkan adalah bersabar, komunikasi dan saling mengerti. (net/R|NEWS)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY