Dishub Cilegon Sebut Gojek Seperti Jelangkung

Dishub Cilegon Sebut Gojek Seperti Jelangkung

58 views
0
BERBAGI

CILEGON, (RN) – Realitas ojek online di Kota Cilegon belakangan waktu yang dikeluhkan oleh kalangan ojek pangkalan kembali dibahas antara Pemkot Cilegon, DPRD, Kepolisian dan pengendara ojek pangkalan (opang) Selasa (10/10/2017).

Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi mengatakan kehadiran ojek online tak hanya menjadi kekhawatiran di kalangan pengemudi opang saja, namun sudah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kita tidak pernah tau, makhluk jenis apa Gojek (jenis ojek online) itu? mereka masuk ke Cilegon, datang ga diundang, pulang ga diantar (jelangkung). Apa izin yang mereka pegang kita tidak pernah tau,” ujarnya.

Menurutnya, ketiadaan dasar regulasi dalam mengatur keberadaan ojek online turut mempersulit Pemkot Cilegon untuk mengawasi dan menertibkannya. “Yang pasti, mereka (ojek online) itu tidak termasuk dalam moda angkutan umum. Lalu apa yang mau kita atur, aturannya juga tidak ada,” katanya.

Sayangnya, pertemuan di ruang rapat Walikota itu tidak turut dihadiri oleh perwakilan dari pengelola ojek online. Sekretaris Daerah Kota Cilegon Sari Suryati mengaku akan meminta masukan dari DPRD Cilegon untuk membuat regulasi di tingkat daerah dengan melalui kajian dari Dishub Cilegon.

“Karena persoalan ini juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, tanpa mengurangi kepentingan dari ojek pangkalan maupun online. Sehingga kita akan buat aturannya seperti apa, tanpa melanggar regulasi yang ada, ini akan dikaji oleh Dishub. Mengenai pengelola ojek online, kami sudah mengundangnya, tapi tidak hadir,” katanya.

Sementara itu Sahruni, salah seorang perwakilan opang Simpang Tiga Cilegon mengaku keberadaan dan jumlah ojek online di Kota Cilegon sudah sangat merugikan pengemudi opang.

“Saat ini di pangkalan itu, kita persis nonton badminton. Melihat ke kanan ada ojek online, ke kiri ada ojek online. Ojek online ini juga sudah seperti lalat di makanan kami selama ini,” terang pria yang mengaku sudah bergelut 15 tahun di dunia ojek konvensional tersebut.

(Lingga m akbar)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY