Dit Polairut Polda Banten Bekuk Pemalsu Dokument Pemasok BBM

Dit Polairut Polda Banten Bekuk Pemalsu Dokument Pemasok BBM

32 views
0
BERBAGI

Cilegon, RESPEKNEWS.COM – Dit Polairud Polda Banten membekuk pelaku penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah Bojonegara, tepatnya di Dermaga PT MCA, Kampung Grenyang, Kabupaten Serang. Pelaku berinisial NL warga Jakarta nekad memalsukan dokumen pemesanan BBM PT Fajar Putra Galunggung yang dipesan salah satu kapal Tugboat.

Petugas berhasil mengamankan sebanyak 8.000 liter BBM jenis solar, alat pemalsu dokumen seperti laptop, printer, alat ukur, segel dan stempel serta surat dokumen kontrak palsu. Dalam aksinya pelaku diketahui sudah melakukan perbuatan pemalsuan dokumen tersebut sebanyak 10 kali.

Kasi Tindak Gakum Polairud Polda Banten Kompol Yuswadi mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga bahwa di wilayah Bojonegara terdapat pengisian BBM jenis Solar tanpa dilengkapi surat resmi pada 20 Februari 2018.

Mendapati informasi tersebut petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan pelaku sedang melakukan persiapan bongkar muat BBM. Petugas lalu mengintrogasi pengurus dan pemesan BBM tersebut dan diketahui BBM tersebut ilegal.

“Pelaku ini sudah melakukan beberapa kali dengan modus memalsukan dokumen seolah-olah pengiriman BBM secara resmi. Pelaku ini sudah beberapa kali melakukan aksi ini dengan mengisi BBM ke kapal,” terangnya saat Press Realise di Mapolirud Polda Banten, dilansir Bantennews.co.id,  Selasa (27/2/2018)

Dikatakan bahwa, sebetulnya pemasanan BBM oleh pihak kapal dipesan secara resmi sesuai dengan permintaan yang berlaku. Namun pelaku yang sudah cukup berpengalaman memalsukan pengiriman BBM tersebut dengan menggunakan izin usaha umum dalam hal ini PT Fajar Putra Galunggung.

“Solarnya asli dan buka oplosan. BBM ini dipasok dari daerah Jakarta,” ungkapnya.

Dia menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait penangkapan pemasok BBM ilegal tersebut.

“Kita masih dalam tahap pengembangan apakah BBM dipasok dari SPBU atau melalui Pertamina. Kita juga masih kembangkan pihak yang terlibat,” paparnya.

Dia menegaskan atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 53 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman selama 6 tahun.

Sementara NL pelaku pemalsuan dokumen mengaku aksinya sudah dilakukan selama 10 kali. Dia menyatakan BBM didapatkan dari Jakarta dengan harga Rp6.000 kemudian dia jual senilai Rp6.500. Sedangkan truk untuk mengangkut BBM tersebut dia dapatkan dari sewa.

“Keuntungannya hanya Rp500 per liter hanya untuk kebutuhan sehari-hari untuk makan,” ucapnya. (Mng/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY