H2KC Rekomendasikan Pemkot Untuk Tutup THM Yang Beroperasi Saat MTQ

H2KC Rekomendasikan Pemkot Untuk Tutup THM Yang Beroperasi Saat MTQ

34 views
0
BERBAGI

Cilegon, RESPEKNEWS.COM – Selama pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-17 tahun 2018 tingkat Kota Cilegon, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengintruksikan kepada seluruh tempat hiburan malam agar menutup segala jenis kegiatannya dari tanggal 26 Februari 2018 hingga 2 Maret 2018 melalui Surat Keputusan (SK) Walikota.

Didalam SK tersebut dijelaskan, bahwasanya kepada para pengelola karaoke, billyard, singing hall dan pub, untuk menghentikan aktifitasnya selama kegiatan MTQ berlangsung.

Namun, berdasarkan pantauan awak media selama pelaksanaan MTQ, masih ada beberapa tempat hiburan malam di Kota Cilegon yang membandel dan terkesan mengabaikan intruksi tersebut dengan tetap melakukan aktifitasnya dari mulai siang hingga malam hari, salah satunya yaitu tempat karaoke, singing hall dan pub, ‘GK’.

“Tempat hiburan malam (THM) yang berada di kota Cilegon masih ada yang melanggar SK Walikota. Selama pelaksanaan MTQ nyatanya masih ada saja pihak pengelola yang membandel dan tetap beroperasi. Pemerintah pun seolah tak peduli, sehingga intruksi hanyalah sebatas intruksi dan tidak ada tindakan tegas atas pelanggaran yang di lakukan oleh tempat hiburan malam. Ini sangat miris dan memprihatinkan, apalagi pada kenyataannya razia maupun himbauan yang dilakukan selama ini hanya di anggap setor muka dan formalitas belaka oleh para pengelola hiburan malam. Jika sudah begini, mau di razia beberapa kali pun akan percuma karena nyatanya ada oknum yang bermain dan sengaja membekingi tempat hiburan malam,” ungkap Ketua H2KC Muhammad Najib atau yang akrab disapa Acik kepada awak media, Sabtu (3/3/2018).

Acik menyatakan, dengan adanya tempat hiburan malam yang melanggar himbauan SK Walikota, ini jelas-jelas ada pembiaran oleh oknum aparat dan pihaknya menuntut agar Pemkot Cilegon bisa bertindak tegas serta tidak main-main dalam hal menegakkan aturan dan tidak ikut-ikutan melindungi oknum di balik maraknya aktifitas hiburan malam.

“Kalau pemkot merasa tidak membekingi keberadaan hiburan malam, coba tegas terhadap aturan yang sudah dibuat. Tidak perlu takut apalagi sampai ikut-ikutan melindungi oknum-oknum yang bermain di belakang. Ini tempat hiburan malam yang buka saat pelaksanaan MTQ ada di pusat kota, di pinggir jalan utama. Masa ia aparat tidak tahu akan hal itu,” tegasnya.

Ia juga secara tegas mengatakan, apabila ada anggotanya yang melanggar, H2KC tidak keberatan jika tempat hiburan malam tersebut di berikan sanksi.

“Bila perlu H2KC mengeluarkan rekomendasi agar salah satu THM (tempat hiburan malam) untuk di tutup. Agar THM yang lain tidak terkena imbasnya. Kebetulan THM yang melanggar atau yang di sebutkan oleh pihak media itu sudah tidak menjadi anggota H2KC,” pungkasnya. (Zal)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY