Pemuda Binaan Rekonvasi Bhumi Produksi Furniture Dari Limbah Palet

Pemuda Binaan Rekonvasi Bhumi Produksi Furniture Dari Limbah Palet

48 views
0
BERBAGI

Kota Cilegon – Setelah hampir tiga bulan menjalani program pelatihan, yang diadakan oleh Rekonvasi Bhumi sejak 2 November 2017 lalu, belasan pemuda di lingkungan Pagebangan Kelurahan Bendungan Kecamatan Cilegon Kota Cilegon, mulai mahir memproduksi furniture yang dibuat dari bahan limbah kayu palet.

Istimewa

Diakui Poe Saputra selaku salah satu Koordinator Rekonvasi Bhumi di Kota Cilegon, Pemanfaatan limbah kayu palet oleh Rekonvasi Bhumi, awalnya hanya ditujukan untuk memberikan keterampilan kepada para pemuda lingkungan sekitar, juga sebagai upaya pemberdayaan supaya para pemuda lingkungan sekitar yang belum memperoleh pekerjaan bisa memiliki keahlian, dan keterampilan khususnya dalam melihat peluang dan memanfaatkan limbah kayu yang ada disekitar lingkungan nya. Namun siapa sangka, belum genap tiga bulan pelatihan yang dilakukan, para peserta pelatihan ini justru kebanjiran order furniture yang mulai berdatangan. “Ya awalnya kita murni untuk memberikan pelatihan, pemberdayaan kepada masyarakat supaya memiliki skill, yang kita harapkan nantinya supaya pemuda yang kita bina ini kedepan bisa melihat peluang dari keterampilan yang dimiliki,” Katanya, saat ditemui di lokasi, pada Sabtu 27 Januari 2018.

Dijelaskan lebih lanjut, pelatihan ini juga terselenggara berkat dukungan dan kerjasama dengan PT. Rohm and Haas Dhow Indonesia yang menyuplai limbah palet untuk pelatihan ini.

Istimewa

Sebelumnya, Kegiatan pemberdayaan pemuda di Cilegon ini pun mendapat tanggapan  positif dari pemerintah setempat, mengingat di Kota Cilegon, angka pengangguran nya tergolong masih cukup tinggi. Sehingga pemanfaatan limbah dengan tepat, diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.
Hal itu disampaikan Ujang Iing Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, usai meninjau langsung pelatihan di lokasi beberapa waktu lalu. ” Saya kira ini program yang sangat baik, sudah seharusnya limbah tidak lagi dipandang menjadi permasalahan, tapi bagaimana agar limbah itu bisa dikelola dan bermanfaat untuk hajat hidup orang banyak. Apalagi bisa sampai membuka peluang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, “Katanya.

Adapun berbagai produk yang diproduksi dan banyak diminati, dari order yang diterima, beberapa diantaranya berupa furniture seperti kursi, meja, mainan edukatif berbahan kayu, dan Interior kekinian yang diproduksi sesuai design permintaan.

Namun sayangnya, untuk pengembangan pemberdayaan masyarakat kedepan, suplay palet masih bergantung pada satu perusahaan saja, Sehingga kedepan diharapkan akan lebih banyak lagi perusahaan yang dapat berpartisipasi memberikan limbah paletnya untuk kegiatan ini. (Mia)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY