Ini Pernyataan Kasat Shabara Polres Serang Kota Terkait Berita Penyetruman

Ini Pernyataan Kasat Shabara Polres Serang Kota Terkait Berita Penyetruman

32 views
0
BERBAGI

Kota Serang – Terkait pemberitaan penyetruman yang dilakukan oleh anggota Shabara Polres Serang Kota kepada salah seorang pengunjuk rasa saat melakukan aksi di KP3B kamis 13 April 2018 kemarin, Kasat Shabara Polres Serang Kota AKP Olan Banuaran menjelaskan kronologis yang terjadi pada saat kejadian di kantornya, Jum’at (13/04/2018).

Menurutnya peristiwa tersebut bukanlah faktor kesengajaan (Human Eror) yang dilakukan oleh salah satu anggotanya saat para mahasiswa melakukan orasi di halaman depan KP3B Curug Kota Serang.

“Saya tanyakan kepada yang bersangkutan, memang ini bukan sengaja menyetrum. Namun alat penyetrum tanpa sengaja dalam posisi on dan pada saat itu pula korban melintas dan menyenggol alat penyetrum tersebut,”jelas Kasat Shabara Polres Serang Kota AKP Olan Banuaran di Kantornya.

Hal tersebut juga sangat disesalkan, semestinya anggota lebih teliti dalam melakukan pengecekan peralatan yang hendak digunakan untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.

“Sudah tentu kita lakukan proses terhadap anggota tersebut, namun bukan atas tindakan penyetruman tapi kelalaian dalam bekerja. Berkasnya sudah kami serahkan ke Propam Polres Serang Kota untuk selanjutnya diberikan tindakan atas kelalaiannya dalam bertugas,”ungkap Olan.

Selain itu Olan juga meminta kepada masyarakat yang hendak melakukan aksi mengikuti tahapan dan aturan yang berada di wilayah hukum. Hal ini dimaksud agar saat berjalannya aksi petugas kepolisian dapat memastikan pengawalan dan pengamanan guna meminimalisir hal yang dapat saja terjadi.

“Segala bentuk kegiatan yang menggerakan sejumlah masa itu harus dilaporkan terlebih dahulu. Agar pihak kepolisian dapat mengawal dan mengamankan kegiatan yang dilakukan. Kalau ada penyerangan dari kelompok lain atau tindakan profokatif yang dapat merusak fasilitas negara semua itu sudah pasti menjadi tanggung jawab kepolisian,”tegas Olan.

“Terlebih lagi yang melakukan aksi itu dari Akademis, harusnya lebih mengetahui prosedur apa yang harus ditempuh sebelum melakukan aksi, setelah itu lakukan aksi dengan tata cara menyampaikan aspirasi yang elegan dan berpendidikan,”pungkasnya. (Ady)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY