Pasangan SAMSUL HIDAYAT – ROHMAN Jadi Idola Kaum Muda

Pasangan SAMSUL HIDAYAT – ROHMAN Jadi Idola Kaum Muda

363 views
0
BERBAGI

KOTA SERANG- Pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Serang begitu ramai diperbincangkan di khalayak ramai, terlebih para kawula muda yang amat antusias membicarakan seputaran pilkada kota serang 2018-2023.

Tertarik dengan calon wali kota dan wakil wali kota yang berusia lebih muda, Fadlan 21th salah satu mahasiswa di kota serang ini sepakat bersama rekan sekampusnya untuk mendukung pasangan calon (Paslon) yang lebih muda, cerdas dan inovatif.
Dianggap yang muda yang lebih mengerti kebutuhan kaum muda untuk membangun bangsa dan negara kedepannya.

Fadlan beserta rekan sekampusnya menunjuk pasangan calon nomor urut dua dalam kontestasi Pilkada kota serang ini bahwa nomor dua sosok yang dianggap tepat untuk menjadi pemimpin masa kini dan masa depan di kota serang.

Selain dengan usia yang cenderung lebih muda dari Paslon lainnya, menurut Fadlan, pasangan calon yang akrab disebut ‘ Buya ‘ ini dianggap ramah dan tidak sombong kepada anak muda sehingga wajar, kebanyakan anak muda yang ada di kota serang mengidolakan figur yang mudah berbaur dengan kalangan muda untuk membahas masa depan bangsa dan negara khususnya daerah yang masih semrawut dan tertinggal.

“Samsul Hidayat dan Rohman itu saya kira pasangan yang pas, tepat dan idealis. selain muda, Paslon ini mudah berbaur dan gak sombong, enak di ajak buat tukar pikiran,” ungkap Fadlan, yang mengaku pernah berinteraksi langsung dengan Samsul Hidayat.

Fadlan juga mencontohkan seperti di kampungnya, cijawa masjid kelurahan cipare kota serang misalnya, anak sekolah yang baru lulus, juga anak kuliah serta kebanyakan dari pada pemuda di kampung cijawa masjid cenderung memilih pasangan calon wali kota yang masih muda karena dianggap akan seirama dengan pemahaman dari para kaum muda itu sendiri.

Menurut salah satu pengurus kepemudaan di kampung cijawa masjid, Fahruroji 40th membenarkan bahwa kaum muda di kampungnya begitu antusias untuk mendukung Paslon wali kota yang masih muda. Hal ini diwajarkan oleh fahruroji, karena pemahaman kaum muda memiliki sifat rasional yang kuat dalam memilih apa yang mereka suka dan tidak menutup kemungkinan bahwa kawula muda ini dianggap paling ideal dalam hal memilih dan cerdas dalam menilai proses Pilkada kota serang karena mereka lebih mendahulukan idealisme ketimbang ajakan dari orang lain.

“Pemuda atau kaum muda itu memiliki sifat yang rasional dalam memilih apa yang mereka mau, dan gak menutup kemungkinan kaum muda itu cukup cerdas dan idealis dalam menilai proses pilkada wali kota saat ini,” Ucap Fahruroji.

Fahruroji juga mengkaitkan dengan polling suara pemilih wali kota serang 2018 yang dirilis oleh titiknol (media on line) yang menyatakan sampai dengan Rabu,(30.5.2018) pasangan calon (Paslon) Nomor urut 2 Samsul Hidayat dan Rohman unggul telak dengan perolehan angka sementara 90.2% disusul dengan pasangan Safrudin dan Subadri 7.52% dan pasangan Vera – Nurhasan 2.28%

Menurutnya polling yg menggunakan media internet ini dianggap wajar dimenangkan oleh pasangan Samsul Hidayat dan Rohman, karena media internet saat ini banyak digandrungi oleh kebanyakan kaum muda jaman now yang mengetahui adanya polling suara tersebut.

“Wajar lah pasangan Samsul Hidayat – Rohman menang telak, karena yang voting itu kan kebanyakan kaum muda jaman now yang tahu adanya polling secara on line,” tutur Fahroji menjelaskan.

Fahruroji menyampaikan bahwa polling tersebut bisa jadi bagian dari bukti bahwa kaum muda lebih tertarik dengan pasangan Samsul Hidayat dan Rohman sebagai idola baru di gelaran pilkada kota serang.

Lanjut, fahruroji mengingatkan kepada para kandidat melalui respeknews.com saat ditemui Rabu (30.5.2018), bahwa perilaku pemilih pemula dipengaruhi oleh figur yang tampil action bukan hanya retorika, sehingga para calon pemilih dapat mudah tertarik dengan paslon.

“Kaum muda atau pemilih pemula itu tertarik dengan Paslon nomor urut dua atau yang lainnya mungkin karena figur yang sering tampil, baik di lingkungannya langsung maupun di media sosial, untuk para kandidat yah harus kerja keras untuk memikat kaum itu, bukan hanya retorika saja tapi action,” pungkasnya. (Ade Keda)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY