Pasca OTT : Uji Kir Kota Serang Tutup, Warga Ancam Pilkada 2018...

Pasca OTT : Uji Kir Kota Serang Tutup, Warga Ancam Pilkada 2018 Tak Mau Pilih Calon Walikota Dari Birokrat Dan Incumbent

155 views
0
BERBAGI

Kota Serang, [respekNews] – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di pelayanan uji kir Kota Serang beberapa Minggu lalu, hingga hari ini, Jumat (11/8/2017) pagi, unit pelayanan tersebut belum juga buka untuk melayani uji kir bagi kendaraan angkutan.

Akibatnya banyak para pemilik kendaraan angkutan yang telah hahis masa kir kendaraan miliknya harus menunggu hingga waktu yang belum jelas.

“Hampir seminggu lebih pak, saya bolak-balik ke kantor ini, tapi sampai hari ini  belum buka juga, akibatnya pekerjaan  saya terganggu sekali,” keluh salah satu pemilik Angkutan di Kota Serang,’ ucap Asrap (45) asal linkungan Cijawa, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang pada [respekNews] Jumat (11/8/2017) pagi.

Ditempat yang sama, Dardi (47) selaku pengurus biro jasa yang sejak operasi tangkap tangan tak bisa mengurus perpanjangan kir. Akibatnya banyak pemilik mobil lainnya yang memarahinya. Atas kondisi ini, Dardi berharap pemerintah kota segera mencari solusi akan hal ini, karena sangat merugikan masyarakat,’ katanya.

“Kite meh sing barang kaen, sejak kecekele pegawe dishub kecekel tangan petugas saber pungli, sampe siki durung bisa ngurus maning, laju primen iki pak, wis mah kita dimarah marahi uwong, laju anak rabi kudu mangan,”ungkap Dardi dalam bahasa Jawa Serang “ iki wong cilik, rayat cilik, mun carane mengkenen rerasane dirugiaken rayat meh. Coba geh pemerintah gelati jalan metune dah fasilitas tetap berjalan apa anane.

“Pantauan [respekNews], pagi tadi ada sekitar Puluhan pemilik angkutan dan supir angkutan barang serta angkutan umum sejak pagi sekira pukul 06.30.wib sudah mengantri untuk perpanjangan kir, akhirnya bubar dengan rasa kesal. karena salah satu pegawai dishub kota mengatakan pada si pengantri, belum dibuka pak kantor uji kir, coba pekan depan ya pak,’ ucap si pengantri menirukan nada pegawai dishub kota pada [respekNews].

“Beberapa hari ini saya takut bawa mobil barang dan angkutan umum, karena kir habis mobil kami nanti kena tilang sama Petugas di luar kota. Kan petugas gak pernah mau tahu soal ini. Kita tetap ditangkap kalau kena razia,” kata Asrap yang mewakili puluhan pemilik mobil lainnya sebelum bubar.

Sebelumnya awak media Kamis (10/8/2017) kemarin, mengkonfirmasi kebenarannya, Kabid Tehnik Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Kota Serang Herman Gunawan membenarkan soal tutupnya pelayanan kir tersebut. Namun, menurutnya hal tersebut akibat trauma terhadap semua petugas yang pernah OTT, terlebih mereka harus melakukan wajib lapor ke tim Saber.

“Benar pelayanan tutup selama kena OTT, sebenarnya tidak ada kendala, tapi semua petugas trauma, apalagi harus wajib lapor,” ungkap Herman.

Herman juga mengungkapkan, di sisi lain persoalan ini menjadi polemik, berlebih akibat tidak adanya alat tehnis pemeriksaan uji kir standar yang dimiliki. Akibatnya para petugas tidak bekerja secara optimal, sementara pengajuan anggaran untuk pengadaan alat tersebut sudah beberapa kali ditolak.

“Ini jadi masalah berlebih, karena kita juga tidak memiliki alat tehnik untuk uji kir. Padahal permintaan alat sudah pernah diajukan, tapi tidak ada realisasi,” tegas Herman.

Marzuki (55) asal kemayungan kota serang selaku pengurus bis angkutan kota yang ditemui di Dinas Perhubungan mengungkapkan hal yang lebih memprihatinkan. Menurutnya, sejak pelayanan kir ditutup, beberapa supir bus tidak mau membawa kendaraan karena takut kena operasi di luar kota.

“Beberapa supir bis yang belum perpanjang kir takut narik, apalagi yang beroprasi ke luar Banten,” ungkapnya dengan nada keras.

Dirinya, Marzuki mengancam dengan nada kesal, pabila belum adanya kejelasan soal uji Kir bulan ini atau tahun ini 2017-red. Kami warga masyarakat kota serang, paguyuban Supir dan organisasi organda kota tidak akan mendukung Calon Walikota 2018, yang berasal dari birokrat atau incumbent,’ pasalnya urusan mesin Uji Kir saja pemerintah tidak bisa memfasilitasi, gimana nanti,’ tegasnya.

Kami berharap pemerintah Kota Serang harus segera menyelesaikan persoalan pasca OTT ini, agar tidak berlarut-larut menyusahkan rakyat, kalau yaa pejabat pemerintah sekarang Walikotanya Tb.Haerul Zaman bisa mengatasi kan enak. Apalagi dengan ia mencalonkan istrinya di pilkada 2018, “bo iya tunjukan lah sama warganya bahwa dirinya mampu mensejahtrakan warganya. Kan warga percaya bahwa walikotanya mampu, istrinya pun akan lebih mampu lagi memimpin kota serang ini,’ pungkasnya. (Lee/Noer/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY