Penertiban PKL Pasar Rau Tembang Pilih, Satpol PP Ada Apa Dengan Pertamina..!!!

Penertiban PKL Pasar Rau Tembang Pilih, Satpol PP Ada Apa Dengan Pertamina..!!!

97 views
0
BERBAGI

KOTA SERANG |Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang kembali menertibkan bangunan liar (Bangli) di sepanjang jalur pipa gas di daerah Blok M kawasan Pasar Induk Rau (PIR) bersama dengan pertamina Kamis pagi (20/7).

Pantauan dilokasi, Dimulainya penertibanya sendiri pada pukul 08:00 Wib hingga pukul 16:00 Wib. Penertiban itu pun berlangsung dramatis, karena terdapat pedagang yang protes kepada petugas Satpol PP Kota Serang dan Pertamina.

Protesnya para pedagang itu, karena di mintain bayaran setiap perbulan. Bahkan terdapat pedagang yang bayaran untuk mengontrak selama setahun.

Tetapi tetap ada pembongkaran, dan tidak di ajak komunikasi terlebih dahulu.

Aksi protes itu pun berlangsung lama hingga pukul 10:00 Wib, dan akhirnya dapat di tertibkan. Sementara sebagian pedagang melakukan pembongkaran PKLnya secara sendiri.

Kegiatan Satpol PP Kota Serang dan Pertamina tersebut dinilai sepihak oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL). Pedagang yang sudah puluhan tahun mengisi tempat itu.

Seorang PKL buah-buahan, Amran mengaku, kecewa dengan tindakan Satpol PP Kota Serang karena bangunan tersebut tidak merugikan para pengguna jalan dan pihak yang lainnya. Selain itu, cara Satpol PP dalam membubarkan PKL dinilai sangat buruk karena semua barang jualan PKL bukan diamankan melainkan dimusnahkan.

“Iya ini dibongkar, tapi semua barang pada pecah. Tadinya saya mau ngambil asbes, tapi di pecah semua. Bagunanya juga tidak di amankan, dan ini semua tidak adil,” ujar Amran kepada wartawan saat temui di lokasi, Kamis (20/7).

Ia mengaku, baru berjualan selama 4 bulan dan selama 4 bulan tersebut ia selalu memberikan uang keamanan yang sebesar Rp150 ribu per bulan

Kemudian, Amran menegaskan tidak ada pemanggilan terlebih dahulu oleh Satpol PP. Para PKL hanya menerima surat pemberitahuan penertiban.

“Ada pemberitahuan berbentuk surat tapi tidak ada pemanggilan terkait penertiban, saya aneh ko ini tidak semuanya dibongkar makanya itu saya tidak terima ini kan tidak adil katanya dari jembatan (cinanggung) itu di bongkar semua sampai sini ternyata masih ada yang tidak dibongkar,” ujarnya.

Saat dilokasi, pihak awak media bermaksud meminta keterangan dari Satpol PP dan pertamina. Namun puluhan petugas Satpol PP semua bungkam tidak ada yang mau memberikan komentar apapun.

Sementara itu, saat di datangin ke ruang kerjanya. Dari pukul 16:00 Wib, akhirnya Kasat Pol PP Kota Serang, Maman Lutfi dapat di mintai keterangan pada pukul 19:00 Wib.

“Sebenarnya adalah agenda 3 dalam rangka penertiban PKL di Kota Serang. Pertama di Taman Sari dan Saleh Baeymin. Kini di Pasar Rau di tertibkan sepanjang jalur pipa gas,” ungkapnya saat di temui malam hari di kantornya.

Kaitan dengan pertamina, diungkapkan Maman, sebenarnya sudah terjadi dari tahun 2016. Jalur pertamina itu pun tidak akan di pakai untuk pemageran, dan dibuatkan taman hijau. “Jadi tidak di pakai untuk PKL,”tegasnya.

Lanjut Maman, PKL pasar rau juga tadi banyak yang mengadu ke kantor Satpol PP Kota Serang karena sudah membayar 4 Juta untuk kontrak 1 tahun. Tetapi dirinya baru menempati 2 bulan. “Ya saya suruh saja komunikasi dengan pertamina, karena Satpol PP Kota Serang tidak ada sangkut pautnya,” ungkapnya.

Kemudian, sambungnya, dalam penertiban PKL Pasar rau sendiri, Satpol PP Kota Serang berhasil menertibkan sebanyak 47 PKL, dari jumlah PKL sebanyak 100 PKL. “Karena terlalu banyak, makanya kita baru setengahnya saja, dan sebagian pembongkaran tadi memang pedagang yang membongkarnya,” jelasnya.

Sementara itu, pihak dari pertamina tidak dapat di konfirmasi, karena bukan wewenangnya. “Saya mah hanya bagian operasional saja mas, hanya menjalankan tugas. Kalau mau konfirmasi silahkan ke humas pertamina mas,” tandasnya.  (Eteb) [respekNEWS]

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY