Polres Serang Kota Ungkap Pembuat Dan Pemalsu Dokumen Penting

Polres Serang Kota Ungkap Pembuat Dan Pemalsu Dokumen Penting

40 views
0
BERBAGI

Kota Serang, RESPEKNEWS.COM –  Jelang Pileg 2019 memang sangat rawan pemalsuan dokumen saat pendaftaran, beruntung kali ini Polres Serang Kota menangkap tiga pelaku yang diduga terkait sindikat tindak pidana pemalsuan beragam jenis dokumen.

Dokumen yang dipalsukan tersebut di antaranya kartu keluarga, ijazah SMA, ijazah sarjana, hasil UN, KTP, akte kelahiran. Selain dokumen penting Ketiga tersangka yakni AW alias Odoy juga memalsukan SIM (Surat Ijin Mengemudi). Pelaku tersbut ditangkap di kontrakannya di Desa/Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang,  pada 7 Februari silam.

Dari hasil pengembangan polres kota serang  juga menangkap tersangka kedua yakni TH yang berperan sebagai pemesan dan tersangka berinisual SS selaku pengirim blangko kosong.

Para pelaku itu akan dijerat dengan KUHP pasal 263 ayat 1 dan ayat 2. Tentang pemalsuan dokumen penting.

“Pemalsuan dokumen ini terungkap berdasar informasi masyarakat terkait maraknya isu atau info pembuatan dokumen diduga palsu yang bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu. “Info itu didalami dan ditelusuri. Dan hasilnya kita tangkap tiga pelaku.

Kita juga masih melakukan pengembangan dugaan keterkaitan pihak lain dalam kasus ini,”  ujar Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, saat pers rilis di Aula Mapolres Serang Kota, Rabu (7/3/2018).

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya laptop, printer, mesin laminating, 7 lembar ijazah yang diduga palsu, 5 ijazah asli, 120 stempel beragam instansi, 33 hologram akta keluarga, blanko KTP diduga palsu, tanda pengenal Kemenkumham, dua unit ponsel.

“Pola kerja dari mulut ke mulut. Tersangka AW melaksanakan aksinya di rumah kontrakan di Desa Kramatwatu. Konsumennya tidak hanya dari wilayah Banten. Dari barang bukti ada juga yang berasal Bandung, Sumatera, dan daerah-daerah lain se indonesia,” ungkapnya.

Kapolres menyatakan bahwa kasus ini masih didalami, terkait adanya keterlibatan pihak travel, lising dan para calon peserta legealatif 2019 nanti. dalam pemalsuan dokumen ini.  Tersangka TH ditugaskan mengurus dokumen oleh salah satu travel. “Tersangka TH ditugaskan membuat dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan pasport.

Kebanyakan untuk yang akan berangkat umroh. Ada dua oknum leasing dan beberapa pelaku lainnya yang kita sasar namun masih kita butuhkan pengembangan terkait keterlibatannya,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Polda Metrojaya terkait pendalaman sumber blangko. “Informasi dari SS blangko didapat dari Jakarta,” ujarnya.

Untuk pengungkapan kasus ini penyidik memeriksa tiga orang saksi yang saat penggerebekan ada di kontrakan tersangka akan memesan dokumen.

Tersangka AW mengaku sudah menjalankan aksinya sekitar 2 tahun. Dalam sehari, pelaku bisa menerbitkan dokumen palsu 6 hingga 10 dokumen. Harga setiap dokumen bervariasi antara Rp200 ribu hingga Rp700 ribu per dokumen. Ia mengaku memiliki kemampuan memalsukan dokumen ini secara otodidak. (Mng/red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY