Walikota Serang Akan Pecat Dua Oknum ASN Terjaring OTT Di Taktakan

Walikota Serang Akan Pecat Dua Oknum ASN Terjaring OTT Di Taktakan

112 views
0
BERBAGI

Kota Serang, (RN) – Tubagus Haerul Jaman angkat bicara terkait dua Aparatur Sipil Negara (ASN) dari UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Taktakan, Kota Serang yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Sapu bersih (Saber) Pungli Polres Serang Kota.

Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman dirinya tak segan-segan akan memecat keduanya jika terbukti melakukan penyelewengan dalam jabatan.

“Sejauh ini, kita belum ngasih bantuan hukum apapun kepada oknum ASN itu. Sementara ini kita serahkan proses hukum kepada pihak kepolisian dulu. Sejauh mana tingkat kesalahannya, ketika kesalahannya itu harus diberhentikan (pecat) maka dilaksanakan. Tapi, kita lihat dulu tingkat kesalahannya seperti apa,” ujar Jaman kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (25/10/2017).

Jaman mengaku kecewa ada oknum ASN yang kembali tertangkap tangan melakukan praktik pungli. Sebelumnya, petugas Dinas Perhubungan Kota Serang pun diamankan oleh Tim Seber Pungli Polda Banten.

“Padahal sudah sering saya sampaikan di setiap apel, agar seluruh pegawai harus melakukan kegiatan tidak keluar dari ketentuan dan peraturan yang ada,” ujarnya.

Agar praktik pungli di lingkungan Dinas Pendidikan tidak kembali terjadi, pihaknya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Zubaidillah untuk melakukan investigasi dan pengawasan lebih ketat lagi di seluruh UPT Pendidikan di Kota Serang.

“Kalau warning sudah jelas setiap saat saya sampaikan. Tapi, kembali lagi kepada masing-masing indivindu ASN itu sendiri, pola pikirnya seperti apa. Kalau niatnya baik pasti tidak terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Satreskrim Polres Serang Kota melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pendidikan Kota Serang, Senin (23/10/2017), kemarin.

Kedua ASN ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pungutan liar atas proses pengajuan kredit ASN di bank. Diperoleh keterangan dua ASN itu adalah Adang Suganda (58) seorang guru SD dan bendahara UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Taktakan Edy Purwanto (52). (Job/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY