Bos Abu Tours Tersangka, Rumah dan Apartemen Mewahnya Disita

Bos Abu Tours Tersangka, Rumah dan Apartemen Mewahnya Disita

224 views
0
BERBAGI

Kriminal, RESPEKNEWS.COM – Sebanyak lima unit rumah mewah dan apartemen milik bos Abu Tours Hamzah Mamba disita oleh kepolisian. Kelima rumah dan apartemen yang menjadi barang sitaan penyidik itu berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Penyitaan dilakukan penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sulsel.

“Hari ini kita melanjutkan proses penyegelan dan penyitaan harta tidak bergerak dari tersangka HM dan itupun untuk sementara ini adalah hasil dari pengakuan tersangka,” kata Kepala Sub Unit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel AKP Hendra Haditama di Makassar, Rabu, 28 Maret 2018.

Rumah yang disita tersebut berlokasi di Jalan Tanggul Dg Patompo, kemudian di Permata Mutiara Jalan Permata VI nomor 25 dan nomor 30, dan dua apartemen di Vida View kawasan Panakukkang Mas.

Hendra mengatakan empat rumah yang disita ditinggali oleh keluarga Hamzah. Sementara rumah yang ditinggali oleh Hamzah adalah yang berlokasi di Permata Mutiara.

“Kalau keterangan tersangka itu senangnya tinggal di sini (Permata Mutiara), kalau yang di Jalan Tanggul Patompo itu jarang ke sana,” jelas Hendra.

Tak hanya rumah dan apartemen yang disita, penyidik juga menyita sebidang tanah seluar 200 meter persegi di Jalan Tanggul Dg Patompo tak jauh dari rumah tempat tinggal Hamzah.

Hendra menuturkan penyidik belum mengetahui taksiran nilai total asset yang telah disita dari Hamzah karena masih ada sejumlah asset yang akan disita namun belum ditentukan.

Polda Sulsel sebelumnya telah menetapkan CEO Biro Perjalanan Umrah Abu Tours Hamzah Mamba sebagai tersangka penipuan dan penggelapan dana calon jemaahnya hingga Rp 1 triliun.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah kepolisian menemukan unsur tindak pidana terkait kegagalan Abu Tours memberangkatkan ribuan calon jemaahnya.

Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji juncto Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. (Krm/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY