Lapas Suka Miskin Siap Tampung Setnov, Silahkan Pilih Kamar Kosong

Lapas Suka Miskin Siap Tampung Setnov, Silahkan Pilih Kamar Kosong

39 views
0
BERBAGI

KRIMINAL – Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Klas I Sukamiskin Bandung siap menampung terpidana kasus korupsi proyek KTP Elektronik Setya Novanto pascavonis 15 tahun penjara oleh pengadilan. Setnov, panggilan Setya Novanto akan menjalani masa hukuman di lapas tersebut, sejak Jumat, 4 Mei 2018 dan lebih dulu akan menjalani masa orientasi.

Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein menjelaskan siap menerima kedatangan siapa pun yang menjadi terpidana, termasuk mantan Ketua DPR, Setnov.

“Namanya lapas tempat menampung terpidana, jadi ya kalo ada tempat ya kami terima siapapun. Sama saja semuanya, penerimaannya ada masa orientasi, jadi warga baru ya masuk mapenaling (masa pengenalan lingkungan),” ujar Wahid di Bandung, Jumat, 4 Mei 2018.

Sementara itu Kabid Administrasi, Ketertiban dan Keamanan Lapas Sukamiskin, Slamet Widodo mengatakan, pihak Lapas Sukamiskin tidak mempersiapkan secara khusus kedatangan Setnov.

“Kami tidak ada persiapan khusus yang dilakukan di lapas Sukamiskin menjelang kedatangan Setnov ini,” ujar Slamet, Jumat, 4 Mei 2018, kepada wartawan.

Terkait kamar yang akan dihuni mantan ketua DPR tersebut, pihak Lapas menegaskan tak ada kamar spesial yang dipersiapkan. Bahkan pihak Lapas mempersilahkan untuk memilih kamar yang kosong.

“Kamar mana yang tersedia, yang masih kosong sampai saat ini 112 kamar. Masih banyak. Silahkan ya yang kosong aja pilih,” ungkapnya.

Setya Novanto divonis 15 tahun penjara serta diwajibkan membayar uang pengganti 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik.

Jika menggunakan kurs rupiah tahun 2010, totalnya sekitar Rp 66 miliar. Dikarenakan mantan Ketua Umum DPP Golkar tersebut, terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek KTP-el.

Hingga pukul 15.00 wib, situasi di lapas sukamiskin masih belum ada tanda tanda kedatangan Setnov dari Jakarta. Wartawan dari sejumlah media masih menunggu kedatangan tokoh yang sempat ramai dalam kasus papa minta saham tersebut.

Sebelumnya, baik KPK maupun pihak Srtnov tidak akan mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terhadap Novanto dalam perkara korupsi KTP Elektronik.

Dalam perkara itu, Setnov  telah divonis 15 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan ditambah pembayaran uang pengganti 7,3 juta dolar AS (sekitar Rp 65,7 miliar dengan kurs Rp 9.000 per dolar AS saat itu) dikurangi Rp 5 miliar yang sudah dikembalikan Setnov. (Krm/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY