Setya Novanto Mangkir Jadi Saksi Bimanesh, Jaksa Sebut Alasan Mengada ada

Setya Novanto Mangkir Jadi Saksi Bimanesh, Jaksa Sebut Alasan Mengada ada

142 views
0
BERBAGI

KRIMINAL – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menunda persidangan obstruction of justice atau merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP. Penundaan persidangan terdakwa Bimanesh Sutardjo dikarenakan salah satu saksi kunci, yakni Setya Novanto tidak hadir. Jaksa menyebut ketidakhadiran Setya Novanto mengada-ada.

“Jaksa Penuntut Umum telah mempersiapkan salah satu saksi penting di persidangan terdakwa Bimanesh Sutardjo. Namun yang bersangkutan meminta izin tidak hadir,” kata Ketua Majelis Hakim Machfuddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

Menurut Machfuddin alasan ketidakhadiran Setya Novanto karena tengah mempersiapkan berkas duplik untuk dirinya sekaligus mempersiapkan replik kasus korupsi e-KTP. Dalam surat menyebutkan, kata Machfuddin, Setnov baru bersedia hadir menjadi saksi setelah vonis, yakni 24 Maret 2018.

“Melihat kesaksian ini sangat penting, jadi majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan sampai dengan pekan lalu,” kata Machfuddin menambahkan.

“Bagaimana bersedia sidang ditunda. Baik semua sudah setuju,” ujar Macfuddin dilanjutkan dengan ketukan palu.

Meskipun menerima, namun Jaksa KPK, Takdir Suhan mengatakan terdapat kejanggalan dalam alasan tersebut. Salah satunya untuk menyusun berkas replik dan duplik bisa diserahkan kepada tim kuasa hukumnya.

“Sebenarnya kalau pembuatan berkas replik dan duplik kan bisa diserahkan kepada pihak ketiga. Agak sedikit mengada-ada sih. Tapi kita harus menerima,” ucap Takdir.

Di sisi lain saat menanyakan sidang ditunda hari ini, Bimanesh mengaku kecewa namun dia legawa menerima putusan penundaan hakim tersebut.

“Iya kecewa pasti ya. Biar kita bisa sama-sama saksikan bahwa Pak Novanto tahu kejadian yang sesungguhnya. Kita doa saja,” ucap Bimanesh Sutardjo.

Untuk diketahui, dalam perkara obstruction of justice terdakwa Bimanesh dipersidangan Fredrich Yunadi kemarin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, mengatakan bahwa Setya Novanto mengetahui semua rancangan dari kecelakaan yang dilakukan oleh Setya Novanto. Perkara ini terjadi pula lantaran

Fredrich yang dulu pernah menjadi kuasa hukum Setya Novanto berupaya agar bisa meloloskan sementara perkara Setya Novanto di proyek e-KTP sembari menunggu kasus praperadilan diputus oleh PN Jakarta Selatan. Sebab di praperadilan sebelumnya Setya Novanto sempat lolos dan KPK gagal memproses Setya Novanto menjadi tersangka e-KTP.

Setya Novanto dihadirkan guna membuktikan adanya perintangan penyidikan korupsi e-KTP yang diduga dilakukan Bimanesh Sutarjo, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, dan mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Fredrich diduga melakukan upaya perintangan penyidikan, dengan menghalangi penyidik KPK memeriksa Novanto dalam perkara korupsi e-KTP. Setya Novanto mangkir setiap penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan karena diungsikan oleh Fredrich. KPK kemudian menetapkan Setya Novanto menjadi pihak yang dicari. (Krm/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY