Telur Palsu Dalam Video Viral Ternyata Telur Mainan Buatan Korsel

Telur Palsu Dalam Video Viral Ternyata Telur Mainan Buatan Korsel

10 views
0
BERBAGI

Telur palsu yang terdapat dalam video viral yang dijual di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, ternyata diketahui merupakan telur mainan yang diproduksi negara Ginseng, Korea Selatan (Korsel).

Kriminal, RESPEKNEWS.COM – Telur palsu yang terdapat dalam video viral yang dijual di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, ternyata diketahui merupakan telur mainan yang diproduksi negara Ginseng, Korea Selatan (Korsel).

“Itu bukan telur palsu, tapi telur mainan yang diproduksi di Korea Selatan untuk dijual dan untuk main anak-anak,” ujar Kasubdit II Direktorat Cybercrime Mabes Polri Kombes Pol Asep Safrudin dalam keterangannya, Rabu, 28 Maret 2018.

“Jadi hasilnya memang untuk diperjualbelikan sebagai mainan,” imbuhnya.

Maka dari itu, Asep mengimbau masyarakat luas agar tidak mudah percaya dengan isu viralnya telur palsu di media sosial.

Selain itu, Asep juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Karena hal itu bisa dipidanakan,” ujarnya.

Asep mengatakan, memviralkan berita bohong atau hoaks bisa dijerat dengan UU ITE lantaran secara jelas menyebarkan berita bohong yang mengakibatkan kerugian konsumen.

“Itu bisa dipidana dan masyarakat harus harus hati-hati agar jangan sampai isu ini terus bergulir kemudian diviralkan sehingga penyebar berita hoaks terjerat UU ITE,” tuturnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan, terkait kasus itu, pihaknya telah memeriksa Syahroni selaku orang yang berada di dalam video viral tentang telur palsu di Pasar Johar Baru.

Tidak hanya itu, video tersebut juga telah dijadikan barang bukti pihak Mabes Polri.

Asep menjelaskan, kasus ini berawal dari viralnya video seseorang memerikasa telur yang ada di Pasar Johar Baru, beberapa waktu lalu.

Dalam video tersebut, terlihat Syahroni yang memecahkan sebuah telur dan memeriksa bagian kuning telur yang diduga palsu.

Ia melanjutkan, Syahroni hanya sebagai orang yang berada di dalam video, bukan penyebar Video.

“Saat ini Kepolisian masih mengejar pihak yang merekam dan menyebarkan video tersebut,” tuturnya. (krm/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY