Admin MCA Bekas Grup Saracen, Polisi Buru Satu Terduga Pelaku

Admin MCA Bekas Grup Saracen, Polisi Buru Satu Terduga Pelaku

23 views
0
BERBAGI

RESPEKNEWS.COM – Satu anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang diduga sebagai pelaku penyebar hoaks atau berita bohong dan ujaran kebincian di media sosial tengah dalam buruan Polri. Hal itu diungkapkan Kepala Unit IV Subdit Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Endo.

“Ada seseorang yang sudah kami dalami, tapi belum bisa kami tangkap,” katanya dalam acara Gathering Trunojoyo di Bogor, Jawa Barat, Minggu, 11 Maret 2018.

Salah satu alasannya, ia mengungkapkan, karena pihaknya masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan alat bukti yang cukup guna membekuk terduga pelaku tersebut.

“Kami berupaya menghubungkan identitas ke identitas. Harus betul-betul hati-hati,” ujar Endo.

Tidak hanya itu, ia menambahkan, pihaknya juga masih melacak keterhubungan para anggota MCA dengan Saracen.

“Sampai sekarang kami masih menelusuri MCA dengan Saracen, untuk memastikan mereka betul-betul punya keterkaitan,” katanya mengungkapkan.

Sementara Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran menjelaskan, para admin dari MCA ada yang merupakan mantan admin grup Saracen.

“Pelaku-pelaku yang tergabung dalam MCA itu ada yang dulunya tergabung dengan Saracen,” katanya.

Polisi baru-baru ini menangkap sindikat ujaran kebencian dan hoaks di media sosial, The Family Muslim Cyber Army (MCA). Enam admin MCA, yakni Muhammad Luth (40), Rizki Surya Dharma (35), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (24), Roni Sutrisno di Palu, Tara Arsih, dan Bobby Gustiono (35) telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bersama sisa kelompok Saracen, MCA selama ini giat memviralkan isu penyerangan terhadap ulama dan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Motifnya yakni ingin menjegal pemerintah pada Pilkada serentak dan Pilpres yang dinilai rawan konflik.

Dilansir dari kriminolog.id. Terungkapnya hubungan antar MCA dan sisa anggota Saracen ini, kata Fadil, setelah polisi membagi cluster penyebaran hoaks. Rupanya isu tersebut marak ada di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.

Setelah menangkap sejumlah pelakunya, diketahui kelompok MCA dan sisa-sisa kelompok Saracen yang belum tertangkap itu masih saling berkaitan. Selama ini mereka rutin membangun opini atas isu penganiayaan ulama. (Mng/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY