Dengar Radio Ditilang, Pengamat: Tunggu Surat Edaran Korlantas

Dengar Radio Ditilang, Pengamat: Tunggu Surat Edaran Korlantas

23 views
0
BERBAGI

Jakarta, RESPEKNEWS.COM – Pengamat Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mendukung kebijakan polisi yang memberikan sanksi pidana terhadap pengendara motor sambil merokok dan bermain gudget.

Karena merokok dan bermain gudget itu membuat sopir tidak fokus saat mengemudikan kendaraan.
Akan tetapi, jika mendengarkan radio atau musik juga disanksi pidana, kata dia itu menimbulkan multi tafsir. Namun, pihaknya masih menunggu penjelasan dari Korlantas Polri soal batasan mendengar radio yang merusak konsentrasi atau fokus pengemudi.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan merokok dan mendengarkan radio atau musik bagi pengguna kendaraan bermotor itu melanggar UU nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 juncto Pasal 283 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 itu menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

“Kalau merokok sambil mengemudi itu saya sepakat karena membahayakan bukan hanya bagi dirinya sendiri tapi untuk pengendara lainnya,” ujar Azas Tigor Nainggolan, Jumat, 2 Maret 2018.

Lebih lanjut Tigor sedikit memberikan catatan soal pemberian sanksi pidana terhadap pengendara mobil sambil mendengar radio atau musik. Alasannya, sanksi pidana itu masih multi tafsir.

Tigor menegaskan tidak sedikit pengemudi mobil yang mendapatkan informasi tentang kemacetan dan situasi lalu lintas itu melalui radio.

“Kalau mendengarkan musik atau radio lalu terkena sanksi pidana itu multi tafsir. Kecuali musik yang disetel sampai mengganggu pengendara lain, oke. Kalau sebatas untuk mencari informasi itu nggak masalah,” ujarnya.

Tigor menambahkan Mabes Polri melalui Korlantas Mabes Polri perlu mengeluarkan surat edaran yang menjelaskan soal batasan mendengarkan radio atau musik yang membuat pengemudi hilang konsentrasi.

“Sebaiknya Polisi keluarkan surat edaran melalui Korlantas Polri¬†supaya prinsip itu jelas, tidak multi tafsir,” ujarnya. (Krm/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY