Kasus Alkes, Ratu Atut Kembali Sidang Hari Ini

Kasus Alkes, Ratu Atut Kembali Sidang Hari Ini

73 views
0
BERBAGI

Respeknews.com. Jakarta – Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah hari ini menjalani sidang tuntutan kasus pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Banten. Pengacara Ratu Atut, TB Sukatma menyakini kliennya tak bersalah dalam kasus tersebut.

“Tentu pada akhirnya majelis hakim melihat fakta hukum di persidangan, ya kalau ternyata ibu tidak terlibat dalam alkes,” kata TB Sukatma saat dihubungi awak media, Kamis (15/6/2017) malam.

Selama sidang kasus pengadaan Alkes, Ratu Atut menurutnya tidak terbukti bersalah. Sebab Ratu Atut tidak mengetahui adanya proyek pengadaan Alkes tersebut.

“Karena beliau faktanya tidak mengetahui proyek tender. Tidak ikut secara teknis penganggaran alat kesehatan,” kata dia.

Menurut dia, Ratu Atut juga sudah mengembalikan uang berjumlah Rp 3,8 miliar. Uang tersebut diketahui dari stafnya bernama Siti Halimah Iin yang sudah diberikan kepada Ratu Atut.

“Jadi uang itu tidak tahu digunakan Iin dan oleh kepentingan dinas ibu, dikelola Iin. Tapi ibu sudah menunjukan tanggung jawabnya balikan seluruh uang dipergunakan Iin itu karena dianggap bagian dari ibu. Ibu kembalikan Rp 3,8 miliar, sisi alkes sendiri dari mana itu tidak tahu sumber uang itu,” ujar dia.

Dalam dakwaan, Ratu Atut diduga bersama Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan disebut melakukan tindakan untuk memperkaya diri. Atut dituduh memperkaya diri sebesar Rp 3,8 miliar dan untuk Wawan sebesar Rp 50 miliar.

Selain itu, dalam surat dakwaan disebut berbagai pihak yang menerima uang dari hasil korupsi Atut ini. Ada Yuni Astuti yang menerima Rp 23,3 miliar, kemudian Djadja Buddy Suhardja Rp 590 juta, dan Ajat Drajat Rp 345 juta.

Rano Karno juga disebut menerima Rp 300 juta, Yogi Adi Prabowo Rp 76,5 juta, Tatan Supardi Rp 63 juta, Abdul Rohman Rp 60 juta, serta Ferga Andriyana Rp 50 juta.

Selanjutnya ada Eki Jaki Nuriman yang menerima Rp 20 juta, Suherman Rp 15,5 juta, Aris Budiman Rp 1,5 juta, dan Sobran Rp 1 juta.

Ada pula duit yang diberikan untuk liburan dan uang saku pejabat Dinkes Provinsi Banten, tim survei, panitia pengadaan, dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan ke Beijing sebesar Rp 1,6 miliar.

Dalam perkara ini, Atut didakwa dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.(Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY